0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kontribusi Rokok Mendominasi Penerimaan Cukai

Kasubsi Penindakan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean Kota Solo, Risang Danang (kanan) (dok.timlo.net/setyo pujis)

Solo —  Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean Kota Solo menargetkan penerimaan cukai tahun ini Rp 1,5 triliun. Kendati sekarang realisasinya masih di bawah 50 persen, tapi mereka optimis pada akhir semester dua nanti target tersebut dapat tercapai.

“Capaian penerimaan cukai sampai dengan saat ini memang baru sekitar 47,4 persen. Namun demikian, kita yakin penerimaan cukai di Soloraya akan terus terdongkrak, karena biasanya paling besar justru pada semester dua,” ujar  Kasie Penyuluhan Layanan Informasi, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean Kota Solo, Chomariyah kepada wartawan, Rabu (23/8).

Target yang ditetapkan tahun ini, menurutnya lebih tinggi dari periode sebelumnya. Yaitu dari Rp 1,2 triliun menjadi Rp 1,5 triliun. Dadi total target yang dicanangkannya itu, ia mengaku target penerimaan cukai rokok paling besar. Selebihnya berasal dari cukai minuman dan lainnya.

“Khusus untuk cukai rokok tahun ini kota menargetkan Rp 1.479 triliun. Sementara sisanya dari minuman beralkohol,” jelasnya.

Sementara itu, Kasubsi Penindakan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean Kota Solo, Risang Danang menambahkan, untuk memaksimalkan penerimaan dari cukai rokok pihaknya akan terus melakukan berbagai upaya untuk menekan peredaran rokok ilegal. Karena keberadaan rokok ilegal itu tidak hanya merugikan perusahaan rokok yang sudah ada tapi juga pemerintah.

“Operasi dan penindakan akan terus kita gencarkan. Terutama didaerah perbatasan. Karena kalau mereka dibiarkan akan justru merugikan pendapatan negara,” tandasnya

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge