0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Diduga Kena Tipu, Ratusan Calon Jemaah Umrah Gagal Berangkat

Jamaah umrah yang tertunda keberangkatannya (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Kasus penipuan mirip seperti Biro Umrah First Travel terjadi di Yogjakarta. Lembaga Konsumen Yogyakarta (LKY) mendapatkan informasi ada ratusan calon jemaah umrah yang hingga saat ini belum diberangkatkan.

Biro umrah bernama Amanah ini diduga menelantarkan ratusan calon jamaah umrah di Yogjakarta. Amanah awalnya berbentuk komunitas pengajian. Komunitas ini menampung dan berupaya memfasilitasi keinginan jemaah yang ingin berangkat umrah.

“Saya belum tahu apakah itu sudah berbentuk Biro Umrah atau belum. Namun saat pertama kali dilaporkan, ‘Amanah’ itu adalah nama kelompok pengajian. Lalu mengkoordinir dan menelantarkan jamaah yang mau berangkat umrah dan haji,” kata Sekretaris LKY, Dwi Priyono saat dihubungi Senin (21/8).

Dwi menerangkan bahwa LKY masih mencari tahu apakah Amanah sudah terdaftar atau belum. Pasalnya ada nama Biro Umrah Amanah lain di Yogjakarta.

“Nama Biro Umrah Amanah juga sudah ada di Yogjakarta. Sehingga kita cari tahu supaya tidak rancu,” ucap Dwi.

Dwi mengungkapkan bahwa sudah ada dua orang korban yang melaporkan dugaan penipuan yang dilakukan. Saat melaporkan, kata Dwi, setidaknya mereka mewakili 10 korban yang lain.

“Ada beberapa kelompok, tidak semuanya mau mengadu tapi beberapa mau memberikan informasi. Di tahun 2015 itu ada 10 orang yang belum berangkat, di tahun 2016 ada sekitar 100-an orang belum berangkat, dan dijanjikan berangkat tahun ini. Tapi tahun ini tidak ada (yang berangkat),” papar Dwi.

Dwi menjabarkan bahwa karena tak kunjung diberangkatkan ada beberapa jamaah yang akhirnya mengundurkan diri. Para jamaah ini meminta uang yang selama ini disetor agar dikembalikan. Namun sampai sekarang masih ada beberapa korban yang belum mendapatkan uangnya kembali.

“Ternyata juga mundur-mundur terus. Terakhir katanya akhir Bulan Juli mau dikembalikan (uangnya), tapi kenyataannya belum,” urai Dwi.

Dwi menuturkan bahwa untuk menyelesaikan permasalahan antara jamaah dengan Amanah, LKY akan mengumpulkan pihak-pihak terkait. Diharapkan paska pertemuan digelar bisa ditemukan solusi antara kedua belah pihak.

“Kami akan mengundang semua pihak, dari ‘Amanah’, Kemenag (DIY) dan jamaah untuk mencari solusi bersama. Kami punya harapan kasus ini bisa diselesaikan secara baik-baik. Kalau tidak bisa nanti kami akan menempuh jalur hukum,” tandas Dwi.

[ded]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge