0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kisah Mistis Jalan Penghubung Baturetno dan Batuwarno

Jalan Terowongan, jalan penghubung Baturetno-Batuwarno (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Jalan raya penghubung dua kecamatan ini menyimpan cerita seram di masanya. Ya, jalan raya Baturetno- Batuwarno, tepatnya di Dusun Jamprit, Desa Temon ini biasa disebut warga sekitar dengan nama jalan raya Terowongan.

Jalan raya Terowongan, merupakan jalan yang dibuat dengan membelah bukit yang berkelok sepanjang kurang lebih 500 meter. Ketika pertama mendengar nama jalan Terowongan, orang pasti akan berpikir bahwa jalan itu seperti lorong gua yang gelap.

Di era 70-an, jalan ini menjadi momok bagi warga sekitar, khususnya di malam hari. Minimnya lampu penerangan serta jalan yang menanjak dan berkelok-kelok membuat suasana semakin mencekam. Katanya, lokasi tersebut dihuni makhluk astral, berwujud pocong atau peri. Selain menampakkan diri, konon makhluk gaib itu terbilang jahil.

“Dulu kan belum banyak kendaraan yang melintas seperti saat ini. Orang-orang yang akan pergi ke Batuwarno atau sebaliknya jarang sekali sendirian lewat jalan ini, apalagi di malam hari,” ungkap warga setempat, Ngatemin saat dijumpai Timlo.net, di rumahnya, Minggu (20/8).

Keangkeran jalan Terowongan terus berkembang di masyarakat, terlebih lagi banyaknya kecelakaan lalu lintas yang memakan korban jiwa di tahun 1980- an, dimana sebuah truk pengangkut batu gamping terjun bebas ke jurang dan mengakibatkan dua pekerja tewas tergencet bak truk. Peristiwa ini pun semakin membuat nama Terowongan tambah menyeramkan.

“Waktu itu ada sebuah mobil yang melintas dari arah Batuwarno, tiba-tiba saja mobil yang dikendarai langsung lepas aspal dan masuk ke dalam parit. Anehnya lagi, mobil itu bukannya berhenti tapi mobil itu berjalan miring menapaki bibir tebing jalan, seperti ada orang yang menarik dari atas. Selanjutnya beberapa menit kemudian mobil itu jatuh terguling. Beruntung, saat itu pengemudi dan penumpangnya selamat,” beber kakek berusia 70 tahun ini.

Jauh sebelum peristiwa itu, berbagai cerita-cerita mistik terjadi. Dari kisah pedagang ayam yang dikerjain gendoruwo hingga pemotor dibonceng sosok perempuan berambut panjang dengan wangi bunga kamboja yang menyeruak.

Menurut dia, cerita ini mungkin sudah lama sekali. Kejadiannya itu sebelum Subuh, ada seorang perempuan, pedagang ayam asal Kecamatan Batuwarno berjalan kaki berniat pergi ke Pasar Baturetno, waktu itu hari pasaran Kliwon. Dengan menggendong senik (bakul besar), saat itu, dari rumah ia belum membawa dagangan. Tapi ketika hendak keluar dari jalan Terowongan itu, tiba-tiba saja gendongannya terasa berat. Dalam hati, ia pun mulai curiga, belum sempat ia menurunkan gendongannya, disusul suara bergetar mirip suara lelaki.

“Suaranya terdengar keras sekali,katanya ‘ kok hangat banget’. Tapi,dengan beraninya siperempuan itu menurunkan bakul yang ia gendong rapat tertutup jarit. Lalu dibukanya,dari dalam bakul itu keluar sosok tinggi besar lalu hilang ditelan kabut pagi sambil tertawa terbahak- bahak,” katanya.

Kisah lain berasal dari seorang pengojek yang biasa mangkal di perempatan Bangjo Baturetno. Maklum kala itu, transportasi belum seramai saat ini, ojek masih laris manis. Sekitar pukul 02.00 dinihari, bus malam AKAP sudah tiba di Baturetno.

Kakek bercucu enam ini mengatakan, kebetulan salah seorang pengojek tersebut mendapatkan penumpang,yang memintanya mengantarkan ke wilayah Desa Timbangan Kecamatan Karangtengah,berjarak 20 kilometer. Setelah tawar menawar ongkos deal,dipaculah sepeda motor itu meluncur menuju arah timur, Karangtengah. Setelah sampai tujuan, pengojek kemudian langsung cabut putar balik. Dengan percaya diri, ia kembali memacu motor keluaran tahun 1978 itu.

Sekitar pukul 04.00 WIB, tibalah di jalan Terowongan. Katanya, sejak dari tugu tapal batas wilayah kecamatan yang memisahkan Batuwarno- Baturetno, bulu kuduknya sudah berdiri. Saat menapaki turunan, masuk wilayah  Terowongan, dari kejauhan ada sosok perempuan cantik melambai-lambaikan tangan. Tanpa terkontrol, pengojek itu pun berhenti dan si perempuan berparas cantik dengan bau wangi bunga kamboja itu duduk di jok belakangnya.

“Selepas jalan terowongan, perempuan berambut panjang itu kemudian menepuk punggung pengojek itu meminta berhenti. Lalu wanita itu turun dari motor dan berlalu begitu saja,rupanya pengojek itu lidahnya kaku saking takutnya,” paparnya.

Meski demikian, seiring waktu berjalan, cerita horor itu dengan sendiri pudar ditelan kemajuan jaman. Terlebih lalu lintas saat ini sudah ramai. Setiap jam ada kendaraan yang melintas. Namun saja, soal penerangan jalan tetap masih gelap gulita, walaupun akses jaringan PLN sudah melintasi jalan penghubung antar kecamatan tersebut.

“Sekarang hampir tidak ada kejadian semacam itu, tapi karena jalannya sudah diperbaiki cor beton, pengguna jalan harus hati-hati melintasi jalan ini karena selain menanjak, jalan ini juga berliku-liku, di tengah ada dua tikungan yang tajam,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge