0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Begini Strategi Dinas Kesehatan Atasi Penolakan Vaksin Terselubung

Solo – Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo menyiapkan strategi untuk mengantisipasi penolakan vaksinasi Measles Rubella (MR). Meski sampai saat ini DKK mengklaim tidak ada orang tua yang terang-terangan menolak anaknya mendapat vaksin, kenyataan di lapangan menunjukkan orang tua diam-diam mengaku anaknya sedang sakit untuk menghindari vaksinasi.

“Kalau hanya mengandalkan sekolah saja tentunya tidak akan terkaver semua,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penyakit dan Penyehatan DKK Surakarta, Efi S Pertiwi, Sabtu (19/8).

Berdasarkan pendataan DKK, rata-rata ada dua siswa yang belum mendapat vaksin MR di setiap sekolah. DKK sudah mendata semua siswa yang belum mendapat vaksin MR sesuai jadwal di sekolah masing-masing. Pendataan mencakup nama dan alamat masing-masing siswa.

“Bulan September akan kita mulai fokuskan vaksinasi ke Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) dan Puskesmas-puskesmas,” kata dia.

Pemberian vaksin di Posyandu dan Puskesmas ini ditujukan untuk anak-anak yang belum mendapatkan vaksin di sekolah.

“Kalau masih luput juga, kita akan datangi ke rumah-rumah,” kata dia.

Selain menyiapkan langkah antisipasi, DKK juga gencar melakukan sosialisasi langsung maupun tidak langsung. Sosialisasi melibatkan tenaga kesehatan, sesama orang tua, korban campak dan rubella,serta tokoh-tokoh agama.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge