0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Anies Baswedan Hadiri Milad FPI, Ini Harapannya

Milad FPI di Kamal Muara (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Front Pembela Islam (FPI) hari ini merayakan milad ke-19 di Stadion Muara Kamal, Penjaringan,  Jakarta Utara. Ribuan masa sudah memenuhi kawasan Stadion.

Ribuan massa yang kebanyakan mengenakan pakaian serba putih sudah hadir sejak pukul 03.00 WIB. Tidak banyak polisi yang menjaga lokasi Milad. Pengamanan justru lebih banyak dilakukan oleh Laskar FPI. Mereka menjaga dari titik beberapa jalan hingga menuju stadion.

Sepanjang jalan terlihat spanduk dan umbul-umbul berwarna hijau dan putih bertuliskan FPI terpasang di jalan menuju stadion. Dari pantauan merdeka.com, sekitar pukul 06.44 WIB stadion sudah dipadati oleh jamaah FPI.

Gubernur Jakarta terpilih Anies Rasyid Baswedan menghadiri milad FPI tersebut. Anies memberikan sambutan usai Salat Subuh berjamaah.

“Yang saya hormati imam besar FPI Habib Rizieq, semoga panjang umur dan kesehatan diberikan kepadanya. Habib Muhsin Alatas, guru kita dan pembimbing kita Abdul Rasyid, para ulama, tokoh masyarakat, serta keluarga besar FPI dari seluruh Indonesia yang pagi ini hadir dalam subuh berjamaah istigosah Akbar dan doa bagi negeri ini,” ujar Anies dalam sambutannya, Sabtu (19/8).

Kepada massa FPI, Anies mengungkapkan beruntungnya Indonesia yang memiliki keragaman. Ia meminta agar Kebhinekaan tersebut selalu dijaga.

“Bangsa ini adalah bangsa yang bhinneka. Kita lihat tulisan di depan, merawat Kebhinekaan. Tidak banyak bangsa di dunia yang memiliki kebhinekaan seperti kita,” tuturnya.

“Harus hadir bukan mengancam, harus hadir justru merawat kebhinekaan. Ini adalah komitmen yang sudah saya dengar berkali-kali. Mari tunjukkan ke dunia bahwa 19 tahun perjalanan kemarin dan tahun-tahun ke depan adalah tahun-tahun di mana masyarakat Indonesia merasakan kehadiran FPI sebagai penjaga Kebhinekaan.”

Selain itu, Anies juga mengajak massa memperjuangkan keadilan di dalam Kebhinekaan. Ikut mengatasi ketimpangan sosial dengan begitu persatuan akan terbentuk.

“Di berbagai tempat di dunia terjadi konflik, karena itu tanggung jawab kita adalah menghadirkan persatuan di Indonesia. Tapi persatuan tak bisa dihadirkan dalam ketimpangan, harus hadir dalam keadilan. Mari kita sama-sama perjuangkan keadilan di Indonesia. Ketimpangan hanya mengantarkan pada kecemburuan dan perpecahan. Mari ikhtiarkan sama-sama upaya pengentasan kemiskinan. Dengan hadirnya keadilan maka akan hadir persatuan di negeri ini,” pungkasnya. [rhm]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge