0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Begini Modus Copet di Bus

ilustrasi pencopet (merdeka.com)

Karanganyar — Tersangka pencurian dengan pemberatan (curat), Surip, mengakui aksinya di dalam bus harus pilih-pilih situasi. Warga Dukuh Jetis Rt 03/Rw VI Desa Ketitang, Nogosari, Boyolali itu mengakui tak semua aksinya berhasil. Terkadang, ia harus bolak-balik naik angkutan umum untuk menemukan sasaran empuk.

“Tersangka naik bus dari Pasar Kalioso ke Terminal Tirtonadi dengan maksud mencari mangsa pada Kamis (19/7) pukul 08.00 WIB. Meski sudah sampai ke terminal, tak satupun berhasil dieksekusi. Ia pun kembali naik bus Hadimulyo jurusan Solo-Purwodadi pada pukul 12.30 WIB. Di sana ia melihat sasaran empuk, yakni seorang manula naik bus sendirian,” kata Wakapolres Karanganyar Kompol Prawoko kepada wartawan, Jumat (18/8) terkait kasus curat di bus umum yang menimpa seorang manula asal Tubanrejo Rt 01/Rw VI Desa Jeron, Nogosari, Boyolali, Harto Sumarto Pardi (81).

Setelah mengunci sasaran, tersangka akan berubah sikap. Mengajak mengobrol atau apapun untuk memantik simpati korban.

“Kemudian saat lengah, ia mengeluarkan silet untuk merobek kantung saku celana panjang korban,” katanya.

Untungnya, korban menyadari dicopet. Ia pun meneriaki copet sehingga warga ikut menghadangnya sebelum berhasil kabur.

“Di kantor polisi, tersangka mengakui perbuatannya,” katanya.

Adapun barang bukti kasus itu uang tunai Rp 1 juta, sebuah celana pendek warna hitam dan celana panjang warna biru yang robek bagian paha kanan milik korban, topi dan tas gendong milik tersangka. Tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 7 tahun.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge