0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Trailer Seruduk Vario Tewaskan Dua Wanita, Bayi Selamat

ilustrasi (merdeka.com)

Sragen –  Nasib tragis dialami dua wanita warga Dukuh Korowelang, Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, Septi Astuti (24) dan Winda Wulandari (27) bersama bayi yang baru berumur 1,5 tahun, Nanda. Lantaran diseruduk truk trailer dari belakang, Septi dan Winda harus meregang nyawa. Beruntung sang bayi justeru selamat dalam musibah yang terjadi di Jalan Ngawi – Sragen Km 14, Kecamatan Sambungmacan tersebut.

”Kedua kendaraan berjalan dari arah timur ke barat, terus sepeda motor mau belok kanan. Lantaran jalan nikung dan agak turun, kendaraan di belakangnya mau ngerem tidak bisa dan akhirnya terjadi kecelakaan tersebut,” kata Kanit Laka Polres Sragen Iptu Sudarmaji, mewakili Kasat lantas AKP Dwi Erna Rustanti, Jumat (18/8) sore.

Dari informasi yang dihimpun, kecelakaan itu terjadi pada Jumat pagi sekitar pukul  07.00 WIB. Septi dan Winda berboncengan mengendarai sepeda motor Honda Vario nopol AD 2122 PN. Septi di depan, sedang Winda membonceng di belakang sambil menggendong anaknya, Nanda.

Mereka dari arah timur atau Ngawi menuju ke arah barat atau Sragen. Sementara di belakangnya melaju truk trailer nopol S 8616 PB yang dikemudikan Salim (35), warga Sumberbendo RT 05, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun.

Ketika mendekati lokasi kejadian, motor yang dikendarai korban bermaksud berbelok ke kanan, dan sudah menyalakan lampu sein. Sedangkan truk trailer sudah berada persis di belakangnya. Truk berupaya menghindar dengan cara mengerem, namun tidak bisa langsung berhenti dan akhirnya tetap menabrak ketiga korban.

Tubuh Septi dan Winda mengenaskan, namun sang bayi, Nanda terlempar dan justru selamat walau tetap mengalami luka sehingga harus dilarikan ke Puskesmas Sambungmacan.

Iptu Sudarmaji menyampaikan, kawasan tersebut sebenarnya sudah direkayasa dan status blackspotnya sudah dicabut. Pihaknya sudah merekayasa kawasan tersebut dengan instansi terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) dan Dinas Perhubungan.

”Kita akan tinjau bareng-bareng dengan pemangku keselamatan, jangan sampai ada korban lagi, kita evaluasi apa kurang rambu, marka atau perlu pitakejut, kita lihat kembali,” terangnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge