0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Banyak Anak Sakit Menjelang Vaksin MR, Penolakan Terselubung?

ilustrasi (merdeka.com)

Solo — Sejumlah orang tua murid disinyalir menolak vaksin Measles Rubella (MR). Penolakan dilakukan diam-diam dengan berbagai alasan. Mulai dari anak sedang sakit sampai anak sudah pernah mendapat vaksin MR.

“Rata-rata di setiap sekolah ada dua yang menolak dengan alasan sakit,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Surakarta, Purwanti, Jumat (18/8).

Menurut prosedur, petugas akan memeriksa anak yang sakit. Vaksin tetap akan diberikan kepada anak yang sakit bila dinyatakan aman berdasarkan hasil pemeriksaan. Namun bila dokter menyatakan tidak aman, nama anak yang bersangkutan akan dicatat untuk divaksinasi di kemudian hari.

“Tidak begitu saja kita terima. Tetap ada pemeriksaan,” tegasnya.

Sampai pertengahan bulan ini, data DKK menyebutkan sudah 41 persen dari 146.375 sasaran yang sudah mendapatkan vaksin MR (data 16 Agustus). Vaksin diberikan kepada anak usia 9 bulan sampai 15 tahun di kota Solo.

Terkait penolakan, Purwanti mengatakan sampai saat ini, DKK belum mendapatkan resistensi terbuka dari orang tua anak yang menjadi sasaran vaksinasi MR. Namun dari penelusuran timlo.net, sejumlah orang tua mengaku tidak setuju dengan vaksin MR karena masih meragukan kehalalannya. Hanya saja mereka tidak menyampaikan alasan ini secara terbuka kepada pihak sekolah.

“Sejak awal saya memang tidak setuju. Kebetulan waktu jadwal vaksin anak saya sakit, tidak jadi divaksin,” kata salah satu orang tua murid yang enggan disebut namanya.

Beberapa sumber timlo.net lainnya mengaku melakukan hal serupa. Selain alasan sakit, mereka juga beralasan anaknya sudah pernah mendapatkan vaksin MR mandiri dari rumah sakit.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge