0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Perawat RSUD Judes terhadap Pasien, Bupati: Harus Diberi Sanksi

RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen — Direktur RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen, dr Didik Haryanto mempunyai tugas yang berat. Banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama masalah performance perawat dan pelayanan perlu lebih ditingkatkan lagi.

“Jadi saya minta Direktur RSUD ini membuat inovasi untuk meningkatkan pelayanan. Misalnya dengan membuat sistem online untuk mengatasi antrean pasien agar cepat. Ini tantangan,” kata Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

Usai melantik pejabat Pratama Pemkab Sragen, belum lama ini, Bupati Yuni menyampaikan, pihaknya banyak menerima masukan terkait pelayanan di rumah sakit milik Pemkab tersebut. Seperti terjadinya antrean panjang yang banyak dikeluhkan masyarakat.

Kondisi ini akhirnya berimbas pada penumpukan pasien yang harus ditangani oleh dokter maupun pelayanan tenaga medis. Karena banyaknya pasien sehingga satu dokter bisa melayani hingga 50 pasien lebih setiap harinya.

“Anda bayangkan, satu dokter memeriksa di atas 50 pasien. Itu jelas tidak memungkinkan bisa selesai dalam sehari,” terangnya.

Menurut Yuni, belum lagi masalah performance para perawat. Pihaknya juga mendapat masukan adanya perawat yang tidak ramah alias judes kepada pasien. Untuk itu dia meminta kepada Direktur RSUD yang baru saja dilantik melakukan pembenahan sumber daya manusia (SDM). Jika perlu perawat yang masih bersikap tidak ramah terhadap pasien diberi sanksi, mulai dari administrasi hingga pemutasian.

“Tak dibenarkan seorang perawat itu judes. Jadi ya harus ada sanksi. Mulai administrasi atau dipindah ke Puskesmas yang lebih jauh juga bisa,” tandas Bupati Yuni.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge