0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Apakah Susu Bisa Kurangi Rasa Pedas?

Susu (dok.timlo.net/google images)

Timlo.net—Sekitar 8.000 tahun lalu, para penduduk di Amerika Tengah dan Selatan mulai menambahkan lombok pedas ke makanan mereka. Yang aneh, walaupun orang suka makan makanan pedas tapi mereka juga mencari cara meredakan rasa panas setelah makan makanan pedas. Susu selama ini sering digunakan untuk meredakan rasa pedas.

Tapi apakah ada cara lain yang lebih efektif selain susu untuk meredakan pedas? The MythBusters mencoba beragam cara yang dianjurkan, mulai dari air mineral hingga tequila.

Cabai mengandung senyawa yang disebut capsaicin yang membuat indera perasa kita tersengat. Saat capsaicin mengenai indera perasa, sensor saraf yang mendeteksi mengirim pesan ke otak. Sementara susu mengandung casein, senyawa lemak yang mengikat minyak pedas capsaicin dan membersihkannya dari lidah, lansir discovery.com.

Lantas bagaimana dengan air dingin atau bir? Apakah mereka juga seefektif susu? Keduanya mungkin bisa melegakan kita setelah makan makanan pedas. Tapi efeknya cuma sementara. Hal ini karena minyak capsaicin dan air tidak bisa bercampur. Air mineral dan bir justru bisa menyebar minyak itu sehingga efeknya menguat. Alkohol bisa melarutkan minyak capsaicin. Tapi bir tidak mengandung cukup banyak alkohol untuk memiliki efek itu. Kesimpulannya, susu menjadi minuman yang efektif untuk mengurangi efek terbakar setelah makan makanan pedas.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge