0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ketoprak Ngampung Pelopori Regenerasi Ketoprak

Salah satu pentas Kethoprak Ngampung (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — Menginjak usia sepuluh tahun, Ketoprak Ngampung Solo ingin memotori gerakan pemuda ketoprak di Kota Bengawan. Hal ini dilakukan melihat semakin tergerusnya kesenian drama tradisional ini di tengah anak muda.

“Bagaimana dengan regenerasi ketoprak sendiri? Kalau tidak ada anak muda yang kita gandeng untuk bisa melanjutkan ketoprak, ya punah,” paparnya Minggu (13/8), usai menggelar pentas di Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari.

Dikatakan, animo masyarakat terhadap pertunjukan ketoprak masih bagus. Hal ini cukup menumbuhkan optimisme bagi para seniman ketoprak.

“Kalau penonton masih bagus. Artinya pasar masih selalu ada. Hanya regenerasinya bagaimana, itu yang harus dipikirkan.” katanya.

Mustanto memiliki trik tersendiri dalam menggaet anak muda untuk ikut terjun melestarikan ketoprak. Yakni dengan menggabungkan kesenian tradisional tersebut dengan sentuhan modern. Selain itu dirinya juga memberikan ruang pagi penggiat kesenian lintas disiplin untuk mencicipi panggung ketoprak.

“Sentuhan modern cukup banyak, misalnya dengan garap yang berbeda dengan garap lama yang harus berurutan pakelirannya (adegan), naskah juga bisa ditulis dan tidak hanya diberikan pada saat penuangan (uwos) serta penggarapan musik yang sudah memasukkan unsur modern,” kata Mustanto.

Dikatakan, regenerasi dengan cara semacam ini cukup efektif untuk menjaring bibit baru seniman ketoprak. “Ya siapa saja yang mendekat, kita rangkul, kita ajak,” katanya.

Ketoprak Ngampung sendiri merupakan kelompok kethoprak yang aktif menggelar pertunjukan di Gedung Ketoprak Taman Balekambang. Selain itu kelompok yang berdiri pada tahun 2007 itu juga aktif dalam kegiatan lain misalnya kegiatan Festival Ketoprak Solo, hingga pentas ke pemukiman warga.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge