0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bandar Sabu Didor Hingga Tewas karena Melawan

ilustrasi (merdeka.com)

Timlo.net — ┬áSeorang lagi anggota jaringan pengedar narkoba di Medan meregang nyawa diterjang peluru polisi. Kali ini, Aiyub, tersangka bandar narkoba asal Aceh, yang tewas ditembak.

“Yang bersangkutan ditembak karena melawan petugas menggunakan senjata tajam,” kata Kapolrestabes Medan, Kombes Sandi Nugroho, Minggu (13/8).

Aiyub sebelumnya diringkus petugas Polsek Medan Timur di kawasan Jalan Beo, Perumnas Mandala, Deli Serdang, Sumut, Sabtu (12/8).

Penangkapan Aiyub berawal dari informasi yang diperoleh jajaran Polsek Medan Timur mengenai adanya aktivitas pengedar narkoba di kawasan Jalan Beo. Dari penyelidikan yang dilakukan, petugas menangkap Aiyub bersama barang bukti 2 kg sabu.

Berdasarkan pemeriksaan, Aiyub diduga sebagai pimpinan kelompok pengedar sabu. Dia ditengarai sebagai salah seorang pemasok sabu-sabu ke Medan dan ke Aceh. Barang haram itu dibawa langsung dari Malaysia.

Sebelumnya, Aiyub diduga juga telah melakukan transaksi narkotika di Bogor, Jawa Barat. Dia kembali ke Medan untuk memantau langsung aktivitas kelompoknya.

“Sabu 2 Kg yang disita darinya merupakan sisa dari 50 Kg sabu yang diedarkannya,” jelas Sandi.

Setelah ditangkap, Aiyub menyebut akan melakukan transaksi di salah satu apartemen di Jalan Palang Merah. Lokasi itu pun diawasi.

“Ternyata pemesan tidak datang,” sambung Sandi.

Tak berhenti di sana, lanjut Sandi, petugas mencoba memancing pemesan ke kanal, kawasan Patumbak. Lokasi itu dipilih karena berdasarkan pengakuan Aiyub mereka sering transaksi di sana.

“Namun di sana pemesan juga tidak datang, malah tersangka mencoba melawan petugas sehingga ditembak,” ujarnya.

Setelah ditembak, Aiyub dilarikan ke RS Bhayangkara Medan. Namun, dia tewas di perjalanan. Dalam kasus ini polisi tak hanya menyita 2 Kg sabu-sabu. Mereka juga mengamankan barang bukti lain berupa 1 unit ponsel dan sejumlah kartu ATM.

Petugas juga masih melakukan pengembangan untuk menangkap 2 tersangka lain, yaitu berinisial RL dan TN.

“Seorang kurir dan seorang lagi pemesan,” tandas Sandi.

[ded]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge