0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Merah Putih Serbu Monumen Banjarsari

Pramuka dari SMP Kanisius mengelilingi taman mencari tempat yang masih bisa dipasangi bendera merah putih. (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo – Jiwa patriotisme ini mendadak serasa tersulut saat melintas di sekitar Monumen 45 Banjarsari atau dikenal dengan sebutan Monjari, Minggu (13/8) pagi. Betapa tidak, di sepanjang pagar, bahkan rambu lalu lintas, di sekeliling Monjari berkibar bendera merah putih. Dari sela-sela pagar, lebih banyak lagi bendera yang berkibar di dalam taman.

Di gerbang taman, timlo.net dicegat pria berseragam biru tua ala militer. Meski bertampang sangar, pria itu dengan ramah menyapa dan meminta timlo.net untuk menuliskan harapan untuk Bangsa Indonesia di selembar kertas.

“Silahkan dicurahkan isi hati panjenengan untuk Indonesia. Nanti kita kumpulkan se-Indonesia untuk disampaikan ke Bapak Presiden,” kata pria itu.

Rasa nasionalisme semakin terpacu saat memasuki area taman. Lagi-lagi sang dwiwarna memadati ruang pandang ini. Bendera kebanggaan Indonesia itu menghiasi seluruh penjuru taman. Di sekeliling monumen, terikat di tiang lampu, bahkan di pohon-pohon. Di sela-sela masyarakat yang asyik menikmati suasana taman, panitia dan sejumlah siswa SMP tampak sibuk memasang bendera-bendera itu di tempat-tempat yang memungkinkan. Alunan lagu-lagu kebangsaan di latar belakang semakin mengentalkan suasana kebangsaan di kawasan itu.

“Jangan sampai ada tiang atau pohon yang tidak dipasangi bendera,” begitu kata seseorang melalui pengeras suara.

Menurut Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 074/Warastratama, Kapten Alfian Yudha P, setidaknya ada 2017 bendera yang dipasang di kawasan Monumen 45 Banjarsari untuk menyambut dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 tahun 2017 ini.

“Kita menyesuaikan dengan angka tahun. Jadi yang terpasang ada 2017,” kata dia saat ditemui di lokasi.

Kegiatan pengibaran 2017 bendera itu sendiri digelar untuk menghadang pandangan sebagian orang yang berpendapat bahwa nasionalisme sudah tidak relevan lagi di era globalisasi. Dengan tajuk Solo Merah Putih, kegiatan tersebut mengajak masyarakat khususnya warga Solo untuk membangkitkan rasa nasionalisme. Kegiatan ini sekaligus bertujuan untuk mempersatukan bangsa yang belakangan ini kerap dilanda perselisihan antarkelompok.

“Apalagi belakangan ini ada yang kelompok mendiskreditkan kelompok-kelompok lain. Saling menjatuhkan. Kita ingin membangun persatuan. Kita tunjukkan bahwa kita Indonesia,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge