0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Susah Cari Elpiji 3 Kg, Warga Senang Ada Operasi Pasar

(foto: Setyo Pujis)

Solo – Operasi pasar (OP) elpiji tiga kilogram yang digelar Pertamina pada Sabtu (12/8) mendapat respon positif masyarakat. Hal itu karena keberadaan elpiji subsidi belakangan ini sempat terjadi kelangkaan, sehingga menyebabkan harga di tingkat pengecer menjadi lebih mahal.

“Tadi sempat muter-muter di warung tapi banyak barang yang kosong. Setelah ada kabar operasi pasar saya langsung kesini,” ujar salah satu warga Mojosongo, Ganu (40) kepada wartawan, Sabtu (12/8).

Ia mengaku saat ada operasi pasar itu langsung membeli dua tabung sekaligus. Selain untuk persediaan, menurutnya mempung ada kesempatan mendapatkan harga yang lebih murah daripada yang berlaku di tingkat pengecer.

“Kalau dipengecer itu sekarang tidak hanya susah mendapatkan barang, tapi kalaupun ada harganya cenderung lebih mahal. Bahkan infonya bisa mencapai Rp 20 ribu per tabung,” jelasnya.

Kondisi yang sama juga dilakukan warga lainnya. Suyatmi warga Jebres mengaku beberapa minggu ini cukup sulit mendapatkan elpiji tiga kilogram. Sehingga saat ada informasi operasi pasar ini dirinya langsung mendatangi lokasi untuk membeli.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan kota Solo, Subagio menyampaikan, operasi pasar ini berhasil digelar berkat kerjasama antara Pemerintah Daerah, Pertamina dan Hiswana Migas kota Solo. Harapannya dengan operasi pasar ini kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi.

“Selama operasi pasar ini untuk pembelian kita batasi satu KK hanya dua tabung. Tujuannya untuk menjaga pemerataan,” terangnya.

Dia mengaku, kelangkaan elpiji tiga kilogram yang terjadi belakangan ini karena dipengaruhi oleh tingkat konsumsi masyarakat yang meningkat. Pasalnya, tidak hanya karena factor musim kemarau tapi juga karena banyak masyarakat yang melangsungkan hajatan.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge