0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Restrukturisasi Jadi Solusi Perbaikan Kinerja Koperasi

Asisten Deputi Pemetaan Kondisi dan Peluang Usaha Kemenkop dan UKM, Wardoyo (tengah) (dok.timlo.net/setyo pujis)

Solo — Masih rendahnya kontribusi koperasi terhadap perekonomian negara menjadi perhatian serius pemerintah. Untuk menyikapi kondisi itu, Kementerian Koperasi dan UKM mendorong pengurus koperasi  di semua daerah untuk dapat meningkatkan kinerja atau melakukan restrukturisasi usaha.  

“Sampai dengan saat ini total koperasi secara nasional ada sekitar 209 ribu. Dari total itu, koperasi yang aktif hanya sekitar 150-160 ribu,” ujar Asisten Deputi Pemetaan Kondisi dan Peluang Usaha Kemenkop dan UKM, Wardoyo kepada wartawan, Jumat (11/8).

Sedangkan untuk di wilayah Solo, menurutnya total koperasi yang dianggap tidak aktif dan sudah diajukan pembubaran kepada pusat ada sekitar 37 koperasi. Dari total yang diajukan itu,  tujuh diantaranya saat ini sudah dilakukan pembekuan dan sisanya sedang proses penilaian.

Oleh karena itu, bagi koperasi yang sekarang kondisinya kurang sehat namun masih ada upaya dari pengurusnya untuk memperbaiki, pihaknya menyarankan agar dapat melakukan restrukturisasi. Mulai dari melakukan portofolio aset, manajemen organisasi dan keuangan

“Memang tidak bisa digeneralisir. Namun pada umumnya, koperasi yang tidak sehat itu karena masalah pengurus dan keuangan. Sehingga jika terjadi demikian tentu yang harus dilakukan adalah memberikan pelatihan pengurus atau menjual aset yang dianggap kurang produktif,” jelasnya.

Sementara itu, Wardoyo juga menyampaikan untuk mendorong dan memfasilitasi koperasi di Indonesia pemerintah tengah menyiapkan early warning system berbasis android. Dengan fitur di sistem itu, para pengurus koperasi bisa mengetahui kondisi koperasinya. Apakah masuk dalam kondisi yang kurang sehat atau sebaliknya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge