0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kebijakan Lima Hari Sekolah Dinilai Tidak Populis

Suasana acara Kongkow bareng Gus Yaqut (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — Kebijakan fullday school¬†atau lima hari sekolah, dipandang miring oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor H Yaqut Chollil Qoumas. Sebab, kebijakan ini dinilai bisa mematikan keberadaan dan cara pembelajaran Madrasah Diniyah terutama kegiatan mengaji di sore hari.

“Anak selain membutuhkan pelajaran yang bersifat umum, jelas membutuhkan pelajaran agama. Kebijakan ini tidak populis dan kurang tepat,” kata Gus Yaqut –sapaan akrab H Yaqut Chollil Qoumas, di Solo, Kamis (10/8).

Selain itu, dikatakan kebijakan tersebut merampas kebutuhan siswa akan hak istirahat. Kebutuhan anak untuk bersosialisasi dan bermasyarakat juga terpangkas dengan kebijakan itu.

Dirinya juga menyebut bahwa kebijakan tersebut bisa menumbuhkan radikalisme di kalangan pelajar.

“Karena Madrasah Diniyah ini mati, ini benteng terakhir pertahanan NKRI. Sebab siswa yang sudah pernah mengenyam pendidikan di sana (madrasah) tidak mungkin akan menjadi radikal.” kata dia.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge