0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Arief Poyuono – Fadli Zon Saling Adu Statemen

Wakil Ketua DPR, Fadli Zon (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Statemen Wakil Ketua Umum (Waketum) Gerindra, Arief Poyuono yang memuji Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbuntut panjang. Akibat pernyataan Arif, hubungan dia dengan petinggi Gerindra lainnya, Fadli Zon, menjadi memanas.

Sikap Arief Poyuono tersebut menjadi bahan cibiran Fadli Zon. Wakil ketua DPR ini menilai sikap Arief itu mencerminkan tak konsisten alias mencla-mencle.

Sindiran itu dilontarkan Fadli Zon setelah sebelumnya koleganya tersebut berurusan dengan pihak kepolisian usai dilaporkan kader dan ormas sayap PDIP. Arief sebelumnya dipolisikan setelah menyebut PDIP mirip PKI.

Arief tak mempermasalahkan jika disebut tak konsisten karena memuji pencapaian kinerja Presiden Jokowi. Cibiran itu dibalas Arief dengan menyebut Fadli Zon sebegai kacung asing.

Hal itu berawal saat Fadli bersama Ketua DPR Setya Novanto menghadiri acara kampanye Donald Trump dalam Pilpres AS pada 2015 silam. Arief tak ambil pusing dicap ‘mencla-mencle’ karena sebelumnya rajin mengkritik Jokowi namun sekarang malah memuji kinerjanya.

“Lebih baik dianggap mencla-mencle apa jadi kacungnya Amerika Serikat? Di mana ada politisi Indonesia yang sangat bangga ikut hadir dan ikut memberikan dukungan pada saat capresnya Amerika Serikat Donald Trump kampanye,” kata Arief melalui keterangan tertulis, Kamis (10/8).

Dia menyebut pujian kepada Jokowi itu adalah suatu fakta. Salah satu kinerja Jokowi yang terlihat yaitu di sektor ekonomi.

“Faktanya mendekati tiga tahun pemerintahan Joko Widodo memang kinerja ekonominya menunjukan perbaikan dan sudah dirasakan masyarakat kok. Ya masa iya sih kita bilang Joko Widodo yang udah mati matian kerja keras dinilai gagal sih,” tegas dia

Tak mau kalah, Fadli membantah dirinya menjadi kacung asing seperti yang dituduhkan kolegnya Arief Poyuono. Fadli menegaskan, sejak dulu dirinya anti neolib. Bahkan, dia mengklaim ikut menyusun manifesto Partai Gerindra yang isinya anti neoliberalisme.

“Ya bagaimana saya dari dulu anti neolib, disertasi saya anti neolib. Bahkan Gerindra itu juga anti neolib, kita nih anti neolib semua, saya yang ikut menyusun manifesto,” kata Fadli.

Oleh karena itu, Fadli tak ambil pusing dengan tudingan Arief. Dia menyebut tudingan kacung neolib itu sebagai hiburan belaka.

“Jadi kalau ada main tuduh dan itu aduh itu anggap saja hiburan lah. Iseng-iseng berhadiah,” klaimnya.

Fadli menuturkan, Mahkamah Partai akan memanggil Arief untuk dimintai keterangan atas ucapannya. Namun, dia belum bisa memastikan sanksi yang akan diberikan ke Arief.

Arief diketahui sudah pernah mendapatkan surat peringatan I. Akan tetapi, Fadli tidak menjelaskan kasus yang membuat Arief diganjar sanksi.

“Mahkamah partai nanti ada mekanisme lah terkait ucapan kan setiap partai pasti punya disiplin partai gitu ya. Dan disipin partai itu biasanya perlu ditegakkan supaya ada kedisiplinan secara dispensasi,” jelas dia.

[gil]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge