0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pengangkatan Sumber Air Banyutowo Butuh Dana Rp 165 M

Bupati Wonogiri Joko Sutopo (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Pemanfaatan sumber air sungai bawah tanah Banyutowo di Desa/Kecamatan Paranggupito, hingga kini masih terganjal akan pendanaan. Meski demikian, Pemkab Wonogiri menganggarkan dana miliaran rupiah untuk mengatasi kekurangan air bersih di wilayah tersebut.

“Pemkab butuh dana besar untuk mengangkat dari sumber air (Banyutowo) sampai ke permukiman, ya kalau ditaksir mencapai Rp 165 miliar,” ungkap Bupati Wonogiri Joko Sutopo, Jumat (11/8).

Melihat potensi itu, kata Bupati, menjadi satu titik terang, dimana mampu menjawab segala persoalan yang selama ini terjadi di Wonogiri selatan. Akan tetapi, Pemkab terbentur dengan tingginya anggaran yang dibutuhkan. Ia juga menyatakan, bakal mengajukan pendanaan dari pemerintah pusat untuk mengangkat air dari sumber Banyutowo yang diklaim memiliki debit 800 liter perdetik.

“Tapi ini harus perlu diadakan lagi survei dan kajian,” katanya.

Meski begitu, tahun ini Pemkab Wonogiri telah mengalokasikan anggaran Rp 2 miliar untuk mengatasi kekurangan air bersih di wilayahnya. Bahkan anggaran itu bakal digelontor secara rutin setiap tahunnya.

Dia juga menyebut, jika bantuan truk tangki air bersih, sudah tidak relevan lagi. Bahkan hal itu bukanlah solusi permanen. Oleh sebab itu diperlukan penanganan berbasis teknis dan kajian terukur agar persoalan kekeringan di wilayah selatan kabupaten itu terselesaikan secara permanen.

“Adapun sebagian anggaran tahun ini rencananya akan digunakan untuk memaksimalkan pemanfaatan salah satu luweng (saluran/gua bawah tanah) di Kecamatan Paranggupito. Dana sekitar Rp 1,8 miliar dialokasikan untuk pemanfaatan luweng tersebut,” jelas Bupati.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge