0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Konsumen Andalkan Tambahan Fakultatif

Suasana gudang elpiji milik Pertamina di Kebak Kramat (timlo.net/setyo pujis)

Karanganyar — Konsumen rumah tangga pengguna gas melon mengandalkan tambahan fakultatif barang bersubsidi itu untuk mengatasi kelangkaannya. Meski demikian, tambahan fakultatif di Karanganyar 24.080 tabung pada Rabu (9/8) belum dirasakan merata.

“Masih sulit juga mendapatkan gas. Harganya juga belum turun. Sekarang Rp 20 ribu-Rp 21 ribu,” kata warga Ngringo, Jaten, Martini kepada Timlo.net, Kamis (10/8).

Secara pribadi, ia tak terlalu menyoalkan kenaikan harga asalkan mudah didapatkan. Namun sekarang ini, selain harganya mahal, barangnya juga menghilang. Ia terpaksa memesan gas melon di kampung sebelah karena hantaran reguler mengecewakan.

“Biasanya tiga hari sekali dikirin. Sekarang tidak bisa lagi seperti itu. Saya harus pergi dari warung ke warung menanyakan stok gas melon apakah masih? “ katanya.

Sementara itu Camat Jaten, Aji Pratama Heru mengatakan kelangkaan elpiji 3 kilogram dirasakan warga di delapan desa. Kondisi tersebut telah disampaikan ke Bupati Juliyatmono.

Kabag Perekonomian Setda Pemkab Karanganyar, Budi Supriyono mengatakan, pasokan fakultatif gas melon bakal dipantau penyerapannya. Apabila gejolak belum reda, ia tak akan ragu meminta jatah lagi ke Pertamina.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge