0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hoax Soal Haji di Medsos, PPIH: Jika Ada Persoalan, Hubungi Nomor Ini

Calhaj tiba di Madinah (dok.timlo.net/gg)

Timlo.net — Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi berharap masyarakat tidak mudah percaya dengan kabar hoax seputar haji. Jika ada persoalan tentang haji, jemaah atau masyarakat dapat menyampaikan laporan ke WhatsApp Center 050 3500017, atau Call Center 9200 1 321.

“Kami berharap jika menemukan atau mempunyai masalah terkait perhajian, masyarakat bisa menghubungi WA Center PPIH. Masalah akan kami tindaklanjuti karena PPIH punya sistem yang melacak keberadaan petugas. Sehingga kami bisa cepat membantu,” kata Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Amin Handoyo di Madinah, Kamis (10/8).

Imbauan itu disampaikan setelah muncul kabar di media sosial jemaah haji asal Jember Slamet bin Toryeh ditelantarkan petugas. Dalam kabar di sosmed itu Kakek Slamet tidak mendapatkan perhatian juga dari tim kesehatan.

“Tapi kami tetap tindaklanjuti informasi ini. PPIH tengah menelusuri kebenarannya,” kata Amin.

Faktanya, hasil penulusuran jemaah haji bernama Slamet bin Toryeh sejak awal kedatangan sudah mendapatkan perhatian dan perawatan yang baik.

“Kami sejak awal kedatangan beliau ke Madinah sudah memonitornya. Jadi tidak benar kalau PPIH menelantarkannya,” kata anggota Perlindungan Jemaah (Linjam) Sektor 4, Daker Madinah, Serka Alpan Arbudi saat menemani tim Media Center Haji menemui Slamet bin Toryeh di kamar 802 Hotel Al-Mukhtarah Tower, Madinah.

Ia menyesalkan adanya kabar yang tidak benar di media sosial soal Kakek Slamet.

“Saya yang mengantarkan Pak Slamet ke Masjid Nabawi. Tadinya dia ngotot tetap salat lima waktu ke Nabawi untuk mengejar arbain, setelah dijelaskan Pak Slamet enggak ngotot lagi,” ucap anggota Kodam Bukit Barisan ini.

Jemaah berusia 70 tahun ini menderita stroke sejak 3,5 tahun lalu sehingga tidak bisa berdiri tegap lagi. Untuk ibadah ke Nabawi, Kakek Slamet membutuhkan bantuan kursi roda.

“Setiap hari saya antarkan beliau ke Masjid Nabawi. Tapi Pak Slamet ini tidak kuat panas dan dingin. Jadi biasanya hanya sekali ke Nabawi,” ujarnya.

Kakek Slamet biasanya berangkat ke Masjid Nabawi pada waktu Ashar, lalu menunggu hingga salat Magrib dan Isya.

“Nah Pak Slamet ini kalau di dalam masjid tidak kuat AC, sedangkan di luar masjid tidak kuat panas. Saya selalu tanya beliau mau salat di Masjid Nabawi kapan. Nanti saya antar,” ungkapnya.

[has]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge