0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Diduga Gelar Sexy Dance, Pub Ini Dilaporkan ke Polisi dan Pemkot

Endro Sudarsono (dok.timlo.net)

Solo — Organisasi masyarakat (ormas) Laskar Umat Islam (Luis) mengadukan Primadona Pub di Kelurahan Pucangsawit ke Pemerintah Kota Solo, Rabu (9/8). Pemkot diminta meninjau ulang ijin tempat hiburan malam itu karena dianggap melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Solo Nomor 4 tahun 2002 tentang Usaha Rekreasi dan Hiburan Umum (URHU). Luis mengambil langkah tersebut setelah laporannya ke Polresta Surakarta tidak mendapatkan tanggapan yang memadai

“Kita sudah lapor ke Polres, ternyata (Manajemen Primadona) hanya dipanggil untuk membuat pernyataan bantahan. Ini bagaimana,” kata Juru Bicara Luis, Endro Sudarsono usai pertemuan di ruang rapat Walikota.

Endro mengaku pihaknya sudah mendapatkan bukti berupa foto dan video. Sebagian video tersebut didapatkan di akun instagram resmi milik Primadona Karaoke. Tak puas dengan respon dari polisi, Luis pun mengadukan hal serupa ke Pemkot Solo. Pertemuan dilaksanakan tertutup dan dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Basuki Anggoro Hexa, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan PlT Kesbangpol, Said Romadhon.

Ada sejumlah pelanggaran yang dilakukan Primadona Pub. Di antaranya menampilkan sexy dance, dan aksi pornografi di tempat hiburan tersebut. Padahal, sesuai perda, pub hanya boleh menjual makanan, minuman, dan hiburan berupa live music. Namun kenyataanya, Primadona Pub melanggar ketentuan tersebut. Pub itu juga berulang kali kedapatan melanggar jam operasional.

“Dalam Perda jam operasional maksimal sampai jam 01.00 WIB. Tapi hampir setiap malam mereka buka sampai jam 02.00 lebih,” terangnya.

Bukti-bukti  yang pernah disampaikan kepada Polisi kembali dipaparkan sebagai bahan pertimbangan. Luis berharap Pemkot bisa berbuat lebih lantaran penindakan pelanggaran perda merupakan ranah Satpol PP.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Solo, Sutarjo mengaku baru mengetahui adanya pelanggaran tersebut dari laporan Luis. Satpol akan segera menindaklanjuti laporan tersebut.

“Sementara ini kita belum bisa bertindak. Kita perlu klarifikasi dengan manajemen tempat hiburan itu,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge