0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Program Asuransi Sapi Betina Belum Dimanfaatkan, Ini Sebabnya

Wisnu Tri Pranoto peternak sapi asal Ngadirojo (timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Program Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian belum dimanfaatkan oleh peternak sapi di Wonogiri. Sampai saat ini, baru ada satu persen jumlah peternak sapi yang mengikuti program asuransi tersebut.

“Program ini sudah setahun berjalan. Tapi di Wonogiri baru ada sekitar 126 sapi yang diikut sertakan program ini dari total 62.800 sapi betina yang ada di Wonogiri. Ya, memang ada batasan kuota, tapi kalau saat ini masih jauh dari jumlah kuota yang ditentukan. Padahal jumlah total sapi di Wonogiri ada 157.000 ekor dan 40 persennya sapi betina,” beber Kepala Bidang Peternakan Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (Dislapernak) Wonogiri, Sutardi, Kamis (10/8).

Menurut dia, program tersebut sudah disosialisasikan melalui pertemuan tingkat kecamatan se-Wonogiri. Dia berharap, para peternak sapi memanfaatkan program yang menurut dia sangat menguntungkan. Sebab tujuan utamanya adalah melindungi peternak sapi. Program ini merupakan kerjasama PT Jasindo dan dana subsidi dari pemerintah.

“Peternak hanya membayar premi senilai Rp 40.000 per ekor dalam satu tahun. Biaya Premi seharusnya Rp 200.000 per ekor dalam satu tahun. Karena  mendapat subsidi dari pemerintah sebesar Rp 160.000 per ekor dalam satu tahun,” kata dia.

Program AUTS, kata Sutardi, mengkaver beberapa kemungkinan. Diantaranya hilang karena dicuri atau mati karena penyakit, kecelakaan dan beranak. Meski demikian, ada syarat yang harus dipenuhi oleh peternak. Seperti, sapi betina sehat, berumur satu tahun, produktif, dan memiliki identitas jelas.

“Nantinya, peternak akan mendapatkan ganti rugi Rp 10 juta per ekornya,” jelasnya.

Sementara itu, peternak sapi asal Dusun Logung Desa Kerjo Lor, Kecamatan Ngadirojo, Wisnu Tri Pranoto, mengaku belum mengetahui adanya program tersebut. Saat ini, dirinya memiliki lima ekor sapi betina namun belum ada satupun diikutkan dalam program AUTS itu.

“Malah saya belum tahu, kalau ada program asuransi sapi betina, bahkan saya juga belum pernah mendapat sosialisasi semacam itu,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge