0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sidang Fahd El Fouz, Pengakuan Saksi Terima USD 17.000

Sidang Fahd El Fouz (merdeka.com)

Timlo.net – Sidang lanjutan kasus korupsi proyek pengadaan Alquran dan laboratorium Madrasah Tsanawiyah di Kementerian Agama dengan terdakwa Fahd El Fouz digelar di Pengadilan Negeri Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (10/8). Seorang saksi, Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama, Abdul Karim mengaku pernah menerima uang USD 17.000.

“USD 17.000 dan saat itu saya menolak, saya tidak mau terima tapi dipaksa,” ungkap Karim saat disinggung jaksa penuntut umum KPK mengenai penerimaan uang, Kamis (19/8).

Saat jaksa menyinggung uang itu diterima terkait perubahan anggaran untuk proyek tersebut, dia menampiknya. Karim menjelaskan, USD 17.000 itu diberikan Direktur Utama PT Sinergi Pustaka Indonesia Abdul Kadir Alaydrus. Sebagai pemenang tender proyek pengadaan Alquran tahun 2012, mereka juga berjanji mewakafkan tanah untuk pembangunan pesantren.

“Itu diberikan ke saya syukuran saja untuk membantu perjuangan bapak karena saya bilang tahu persis mereka ada mau bangun pesantren, karena perusahaan yang Alquran itu bilang mau wakafkan tanah lalu saya bilang juga mau (bangun) pesantren,” tandasnya.

Diketahui, putra dari artis senior almarhum A Rafiq itu didakwa secara bersama sama dengan anggota Komisi VIII DPR RI periode 2009-2014 Zulkarnaen Djabar dan pihak swasta Dendy Prasetya Zulkarnaen Putra menerima hadiah atau janji dari pihak tertentu. Dia ditetapkan sebagai tersangka, Kamis (27/4) dan merupakan tersangka keriga dari kasus yang sama.

Dia disangkakan telah melanggar Pasal 12 huruf b subsider Pasal 5 ayat (2) Juncto ayat (1) huruf b lebih subsider Pasal 11 undang-undang Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan Pasal 65 KUHP.

[noe]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge