0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Duhh, 830 Balita di Sragen Kekurangan Gizi

Kegiatan di Posyandu (dok.timlo.net/red)

Sragen — Sebanyak 830 anak usia di bawah lima tahun (Balita) di wilayah Kabupaten Sragen dilaporkan menderita kekurangan gizi. Kondisi itu terutama banyak dialami Balita yang tinggal di wilayah utara Bengawan Solo.

“Sebarannya ada di semua kecamatan. Tapi memang yang paling banyak ada di kecamatan perbatasan yang jumlah penduduknya juga besar,” kata Kabid Promosi Kesehatan (Promkes) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sragen, Fanni Fandani, belum lama ini.

Dijelaskan, jumlah tertinggi ada di Kecamatan Kalijambe 17,7 persen, kemudian Gemolong 11,3 persen dan Jenar 7,2 persen. Kekurangan gizi itu terjadi lantaran kurangnya pemahaman dan kesalahan pola asuh dari ibu ketika hamil.

“Jadi bukan karena kekurangan makanan. Makanya pemahaman soal pola asuh ini penting. Bahkan sejak remaja sudah kita gencarkan sosialisasi pentingnya persiapan ketika hamil,” terangnya.

Fanni mengungkapkan, kekurangan gizi itu diketahui saat dilakukan penimbangan dan pengecekan balita setiap bulan di Posyandu. Ciri-ciri kekurangan gizi tersebut bisa dilihat dari berat badan yang berada di bawah garis merah yang ada di buku KMS.

Ditambahkan, dari data yang ada jumlah 830 Balita tersebut hanya 1,2 persen dari jumlah total Balita di Kabupaten Sragen sebanyak 64.654. Angka itu juga dinilai masih jauh dari angka kurang gizi secara nasional yang mencapai 19,6 persen.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge