0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tidak Dibelikan Video Game, Remaja Ini Bunuh Diri

Sony PS4 Pro. (Dok: Timlo.net/ Ubergizmo. )

Timlo.net—Seorang remaja dari Hyderabad, India bunuh diri saat ayahnya menolak membelikannya sebuah video game seharga 3000 rupee (Rp 625 ribu). Remaja berusia 17 tahun itu diidentifikasi sebagai G. Abhinay. Dia terus menerus meminta video game itu pada ayahnya yang bernama G. Srinivas selama seminggu. Akhirnya dia memutuskan lompat dari lantai dua kamarnya. Menurut pemberitaan NDTV pada Selasa (8/8), remaja itu berusaha menyayat pergelangan tangannya sebelum lompat hingga mati.

Sang ayah menjelaskan kepada polisi jika dia menolak membelikan puteranya video game karena dianggap mengganggu sekolah sang anak. Sebagai tambahan, ibu remaja itu juga sudah menghabiskan banyak uang untuk rumah mereka. Mereka tidak mau mengeluarkan uang untuk video game. Kasus itu diputuskan sebagai kasus bunuh diri oleh polisi. Tapi mereka masih berusaha menyelidiki jika remaja itu nekat bunuh diri hanya gara-gara video game.

Rupanya bunuh diri adalah sebuah fenomena yang cukup umum di antara para remaja di India. Begitu seringnya, jumlah remaja yang bunuh diri naik dengan tajam. Menurut Hindustan Times, kasus bunuh diri diantara orang berusia 15 tahun hingga 29 tahun di India sangat tinggi.

Penyebab bunuh diri di India beragam mulai dari gagal dalam ujian hingga gagal mencari kerja. Tingkat bunuh diri yang tinggi menunjukkan tekanan dari pertumbuhan ekonomi di negara itu. Faktor lain adalah India tidak cukup berinvestasi untuk kesehatan mental. Jumlah profesional di bidang kesehatan mental sendiri mengalami kekurangan hingga 87%. India bahkan kalah dibandingkan Bangladesh dalam hal layanan kesehatan mental.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge