0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rhoma Irama Gugat UU Pemilu

Rhoma Irama (merdeka.com)

Timlo.net – Ketua Umum Partai Islam Damai Aman (Idaman) Rhoma Irama menilai UU Pemilu yang berisi syarat presidential threshold 20 persen sangat diskriminatif. Dia melayangkan gugatan UU Pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Ketua Umum Partai Islam Damai Aman (Idaman) Rhoma Irama melayangkan gugatan UU Pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK). UU Pemilu yang berisi syarat presidential threshold 20 persen itu dinilai sangat diskriminatif.

“Sangat diskriminatif. Presidential threshold dihapuskan jadi zero threshold untuk presidential,” kata Rhoma Irama di Gedung MK, Jakarta, Rabu (9/8).

Rhoma menegaskan, Partai Idaman memiliki hak untuk mencalonkan dirinya sebagai calon presiden. Namun, dengan adanya syarat presidential threshold 20 persen maka hak tersebut gugur dengan sendirinya. Maka dari itu, dia melayangkan uji materi ke Mahkamah Konstitusi.

“Idaman dalam hal ini punya legal standing untuk mencapreskan ketumnya. Kalau enggak (ingin jadi Wapres) saya ngapain ke MK,” ucapnya.

Selain itu, Rhoma yang dijuluki Raja Dangdut ini memastikan, Partai Idaman tidak mendukung Jokowi di Pilpres 2019. Sikap ini merupakan langkah demokratis untuk mengawal kinerja pemerintah karena telah banyak partai politik yang menyatakan mendukung Jokowi di Pilpres 2019.

“Kalau semuanya satu suara (dukung Jokowi) aja enggak demokratis. Di seluruh negara di dunia ada namanya oposisi dan penguasa. Dan itu sehat dalam rangka penegakan demokrasi,” jelasnya.

[noe]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge