0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jakarta Jadi Tempat Paling Sering di-Tag di Instagram Stories

Instagram Stories. (Dok: Timlo.net/ Phone Arena.)

Timlo.net—Instagram mengungkapkan jika Jakarta menjadi lokasi paling sering ditag di Instagram Stories. Dalam perayaan satu tahun fitur itu, sosial media itu merilis lima kota yang paling sering ditag. Jakarta menduduki posisi pertama, diikuti oleh Sao Paulo, Brazil di posisi kedua. New York, London dan Madrid berada di posisi 3,4 dan 5, tulis CNN, Selasa (8/8).

Indonesia menjadi rumah dari 45 juta pengguna Instagram aktif setiap bulannya. Angka ini naik dua kali lipat. Karena pada 2016, jumlah pengguna Instagram di Indonesia hanya sekitar 22 juta orang. Menurut data internal yang dirilis Instagram pada Kamis (27/7), Indonesia sekarang menjadi pasar terbesar mereka di wilayah Asia Pasifik. Berdasarkan data kuartal pertama 2017, pengguna Instagram dari Indonesia menyumbang 6 persen dari 700 juta pengguna aktif Instagram per bulan.

Kepala Facebook Indonesia, Sri Widowati mengungkapkan hal ini dalam sebuah pengumuman jika Indonesia menghasilkan Instagram Stories dua kali lebih banyak dari rata-rata Instagram Stories di seluruh dunia.

“Untuk masyarakat Indonesia, berbagi momen penting adalah bagian dari budaya, jadi tidaklah heran jika Indonesia menjadi salah satu pembuat Instagram Story terbesar,” kata Sri.

Fitur Instagram Story sudah dirilis selama 10 bulan. Jumlah penggunanya mencapai 250 juta orang setiap harinya. Kepala produk marketing Instagram, Susan Rose mengungkapkan jika 80 persen komunitas Instagram berasal dari luar Amerika Serikat (AS). Sebagian besar berasal dari wilayah Asia Pasifik.

“Indonesia menjadi bagian komunitas Instagram paling penting dan paling berkembang dan kekuatan yang kita lihat di Indonesia diterjemahkan menjadi kekuatan keseluruhan yang kami miliki dalam platform Instagram secara global,” ujar Rose dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.

Sekarang ini, ada 400 juta pengguna Instagram setiap harinya. Instagram sekarang memiliki 8 juta akun bisnis di seluruh dunia. Sebanyak 1 juta secara aktif mempromosikan produk mereka. “Jadi mereka memanfaatkan produk-produk yang harus mereka tumbuhkan dan membangun komunitas mereka,” tambah Rose.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge