0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Diperiksa KPK, Marzukie Alie Yakinkan Dirinya Tidak Terlibat

Marzukie Alie (merdeka.com)

Timlo.net – Mantan Ketua DPR periode 2009-2014, Marzukie Alie diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus korupsi e-KTP. Marzukie Alie disebut sejumlah saksi telah menerima Rp 20 miliar. Namun berkali-kali pula dia membantahnya.

“Kan saya tanyakan yang serahkan ke saya siapa, kata Irman (uang diserahkan oleh) Andi, kata Andi Mulyadi, jadi banyak benar ini katanya. Tanya Pak Mulyadi deh ada enggak Pak Mulyadi Komisi V DPR kasih uang e-KTP ke saya,” kata Marzuki, Rabu (9/8).

Dia juga mempertegas bahwa adanya skandal korupsi megaproyek e-KTP tidak bisa dipukul rata sentimen negatif terhadap lembaga legislatif. Menurutnya, mustahil pembahasan korupsi dilakukan di gedung DPR secara terbuka.

“Kalau ada itu namanya DPR tempat koruptor. Kalau orang korupsi itu enggak bicara di DPR, bicaranya di ruang tertutup,” tandasnya.

Sebelumnya dalam surat dakwaan milik Irman dan Sugiharto, Marzuki Alie disebutkan mendapat jatah Rp 20 miliar. Jatah tersebut diberikan Andi Agustinus alias Andi Narogong selaku pengusaha yang diduga mengkondisikan perusahaan yang ikut serta dalam konsorsium proyek e-KTP.

Dalam surat tuntutan jaksa penuntut umum KPK juga mempertimbangkan dalam analisa yuridisnya mengenai penerimaan uang olehnya. Analisa tersebut berdasarkan sejumlah keterangan saksi yang pernah hadir dalam persidangan. Termasuk terdakwa Sugiharto.

Menurut Sugiharto, Andi memperlihatkan sejumlah catatan yang isinya terdapat nama-nama serta partai politik yang akan mendapat jatah dengan inisial kode ‘MA’.

Marzuki sendiri membantah mengenai fakta tersebut.

“Silakan saja tunjukan jangan ngomong doang. Kalau ngomong doang tidak akan selesai. Kalau ada bukti nih, Marzuki buktinya,” ujar Marzuki.

[did]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge