0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Koperasi Syariah Butuh Kepastian Regulasi Pemerintah

Ketua Umum Ikosindo, HM Martri Agoeng (paling kiri) (dok.timlo.net/setyo pujis)

Solo — Insan Koperasi Syariah Indonesia (Ikosindo) dorong pemerintah untuk segera membuat regulasi mengenai koperasi Syariah. Pasalnya, regulasi yang ada saat ini masih menginduk kepada regulasi koperasi konvensional, sehingga belum mengatur secara spesifik kepada koperasi syariah.

“Kita mendorong agar RUU mengenai koperasi syariah bisa segera disahkan. Saat ini draftnya sudah ada di pemerintah, tinggal diajukan ke DPR,” ujar Ketua Umum Ikosindo, HM Martri Agoeng kepada wartawan, Rabu (9/8).

Menurutnya, keberadaan regulasi itu sangat penting. Karena selain sebagai payung hukum juga untuk memudahkan operasional koperasi syariah, khususnya yang berkaitan dengan norma yang harus dijalankan.

Martri mengatakan potensi Koperasi Syariah di Indonesia saat ini cukup besar. Bahkan dari data yang tercatat angkanya sudah mencapai lebih dari tiga ribuan.

“Sedangkan untuk di Soloraya sendiri ada sekitar 37 koperasi syariah. Dan semuanya sudah menjadi anggota Ikosindo,” jelasnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM I Wayan Dipta menambahkan potensi koperasi syariah di Indonesia cukup besar untuk bisa berkembang. Karena saat ini tidak semua pelaku UMKM dapat tercover oleh perbankan.

“Kebutuhan pembiayaan dan kondisi pelaku UMKM itu berbeda-beda.  Sehingga dari celah itu bisa dimanfaatkan pelaku koperasi untuk menyasar mereka. Misalnya soal pembiayaan dengan plafon lebih kecil atau pengadaan barang yang dibutuhkan UMKM,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge