0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Tantangan MK ke Depan

Presiden Jokowi Widodo membuka Simposium Internasional Asosiasi Mahkamah Konstitusi dan Institusi Sejenis se-Asia atau Association of Asian Consitutional Court and Equivalent Institutions (AACC) di Kampus UNS, Solo (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo —  Perkembangan dunia yang semakin cepat saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi Mahkamah Konstitusi (MK) dalam mengeluarkan produk hukum. Jangan sampai kristalisasi semangat penerus bangsa yang tertuang dalam perundang-undangan negara terkikis oleh globalisasi saat ini.

“Benturan ideologi asing, terorisme, pasar bebas, kejahatan cyber menjadi tantangan tersendiri bagi MK untuk terus mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa dan negara,” terang Presiden Joko Widodo dalam pembukaan Simposium Internasional Asosiasi Mahkamah Konstitusi dan Institusi Sejenis se-Asia atau Association of Asian Consitutional Court and Equivalent Institutions (AACC), di Kampus UNS, Kentingan, Jebres, Solo, Rabu (9/8) siang.

Apalagi, kata Jokowi, perbedaan generasi pendahulu bangsa dengan generasi saat ini terpaut sangat jauh. Sehingga, pandangan tentang persatuan bangsa dan negara juga berbeda.

“Disinilah peran MK untuk menyatukan pendangan pendahulu bangsa dengan generasi saat ini,” kata mantan Walikota Solo tersebut.

Sementara itu, Ketua MK, Arief Hidayat mengatakan, dengan mengusung tema “Mahkamah Konstitusi sebagai Penjaga Ideologi dan Demokrasi dalam Masyarakat Majemuk atau Constitutional Court as the Guardian of Ideology and Democracy in Pluralistic Society” ini diharapkan mampu mewujudkan cita-cita bangsa untuk mempersatukan segala perbedaan yang ada dan dimiliki suatu negara.

“Kami berharap amanah yang diberikan tetap terjaga dengan baik,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge