0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Batal Pakai CSR, Pembangunan Pasar Klewer Timur Makin Samar

Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo (dok.timlo.net/red)

Solo — Walikota Solo menilai pembangnan Pasar Klewer Timur terkendala lantaran batal menggunakan dana Corpoerate Social Responsibility (CSR) Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Klewer sisi Timur akhirnya dibangun dengan Anggaran Pendapatan Belanja Negera (APBN) dari Kementerian Perdagangan.

“Dulu dicarikan CSR dari BUMN. Sebenarnya sudah dapat. Malah dari Kemendag diganti pakai APBN,” kata Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, Selasa (8/8).

Pengalihan sumber anggaran untuk pembangunan Klewer Timur ini akhirnya menimbulkan kendala yang cukup pelik. Nasib pembangunan Pasar Klewer kini kian samar. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dari Kementerian Perdagangan belum kunjung turun. Tanpa kepastian anggaran, Pemkot pun mati langkah.

Di sisi lain, sisa waktu untuk mengerjakan pembangunan pasar senilai Rp 48 Miliar itu tinggal empat bulan. Padahal, prosedur yang harus ditempuh masih cukup panjang. Pemkot harus mengadakan lelang penghapusan aset bangunan Pasar Klewer timur. Dari pengalaman yang lewat, lelang penghapusan aset jarang sekali berhasil dalam satu kali lelang.

Selain itu, Pemkot harus menyelesaikan urusan sewa lahan Alun-alun Utara dengan Keraton untuk pasar darurat. dan memindahkan pedagang ke pasar darurat. Setelah semua beres, pembangunan fisik baru bisa dimulai.

“Kalau pakai CSR kan kita tidak terbatas waktu. Mau melampau di Bulan Desember pun tidak masalah

Kendati demikian, Rudy mengaku tidak merasa khawatir dengan waktu yang semakin pendek. Pasalnya, keterlambatan pembangunan Pasar Klewer tidak disebabkan oleh Pemkot. Setelah DIPA turun, Pemkot akan langsung memprosesnya sesegera mungkin.

“Memang mepet. Tapi kalau sampai berani ikut lelang berarti kan berani ambil resiko,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge