0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Lima SMK/MA Swasta Tidak Terapkan Kebijakan Lima Hari Sekolah

Nahdlatul Ulama Boyolali minta kebijakan lima hari sekolah untuk dikaji ulang (foto: Nanin)

Boyolali – Sebanyak lima sekolah di bawah lembaga pendidikan milik Nahdlatul Ulama (NU) Boyolali tidak menerapkan kebijakan program 5 hari sekolah. NU meminta kebijakan tersebut untuk di kaji ulang. Sementara Lembaga Pendidikan Ma’arif cabang Boyolali, secara tegas menolak kebijakan tersebut.

“SLTA yang berada di bawah Ma’arif hingga saat ini masih 6 hari sekolah,” kata Ketua Pimpinan Cabang Ma’arif Boyolali, Gunanto, Selasa (8/8).

Meski jadwal yang dibuat terlanjur lima hari sekolah, namun karena institusi tertinggi pengurus besar menolak,pihaknya harus mengikutinya. Di wilayah Boyolali sendiri ada 7 sekolah setingkat SLTA dibawah naungan Ma’arif, yakni dua Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan lima Madrasah Aliyah (MA).

“Enam sekolahan tersebut tidak ada yang melaksanakan 5 hari sekolah,” tambahnya.

Di sisi lain, Ketua Pimpinan Cabang (PC) NU Boyolali, Masruri, meminta kebijakan lima hari sekolah untuk dikaji ulang. Selain itu pihaknya meminta ada uji coba terlebih dahulu.

“Khusus untuk Boyolali kita minta uji coba satu semester dulu, setelah itu dikaji bersama-sama, yang dirugikan mana, apakah dengan 5 hari sekolah anak semakin cerdas atau tidak, harus dikaji juga,” tambahnya.

Dijelaskan, NU di Boyolali memiliki ratusan sekolah. Bahkan ada yang menerapkan full day school, namun tetap 6 hari sekolah. Selain Sabtu, jam pulang sekolah pukul 16.00 WIB. Bila diterapkan 5 hari sekolah, siswa bisa pulang malam hari.

“Lebih malam pulangnya, jelas membebani orang tua, karena harus ada uang saku tambahan,” tandasnya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge