0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jelang 17 Agustus, Pendaki Gunung Merapi Dibatasi

Jalur menuju pendakian Gunung Merapi (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Menjelang 17 Agustus, jumlah pendaki ke Gunung Merapi dibatasi berjumlah 2500 orang sesuai rekomendasi Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM). Selain itu, pendaki hanya diijinkan sampai pasar bubrah saja. Rencananya, pada tanggal 17 Agustus akan digelar upacara HUT Kemerdekaan RI di Pasar Bubrah.

“Kapasitas di pasar bubrah hanya 2500 orang. Kalau berlebihan rawan longsor,” kata Koordinator SAR Barameru, Samsuri, Selasa (8/8).

Pembatasan jumlah pendaki akan dilakukan di pintu masuk pendakian Pos Plalangan, Selo. Jika jumlah pendaki sudah mencapai 2500 orang maka pos pendakian akan ditutup. Diakui, pembatasan kuota pendakian sudah disosialisasikan ke masyarakat, terutama ke kelompok-kelompok pendaki.

“Kita tidak bisa menambah kuota, karena itu sudah peraturan,” tambahnya.

Selain pembatasan jumlah pendaki, pihaknya bersama relawan dan Polsek Selo melakukan pemantaau di seluruh jalur pendakian hingga kawasan pundak di Pasar Bubrah.

“Jangan sampai ada yang nekat mendaki hingga puncak Merapi, karena sangat berbahaya dan rawan longsor,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Selo AKP Joko Warsono mengatakan, pihaknya turut memback up pemantauan para pendaki Merapi. Diakui, hingga saat ini masih banyak pendaki yang enggan melapor ke Mapolsek Selo.

“Prediksi kita, menjelang 17 Agustus, pendaki bakal membludak,” ujarnya.

Pihaknya juga meminta para pendaki untuk menjaga diri dengan membawa perlengkapan yang memadai. Pendaki juga dilarang membawa senjata tajam dan tidak membuat perapian karena rawan terjadi kebakaran.

“Kondisi kemarau kering,rawan kebakaran,” pungkasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge