0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pasokan Minim, Harga Sayuran Terkerek Naik

Suasana pedagang sayur di Pasar Legi Solo (dok.timlo.net/setyo pujis)

Solo — Sejumlah pedagang sayuran di Pasar Legi Solo mengeluhkan minimnya pasokan barang sejak beberapa hari terakhir. Akibat dari minimnya pasokan tersebut, harga jual dari berbagai jenis sayuran mulai terkerek naik.

“Sekitar tiga hari terakhir ini pasokan barang memang banyak berkurang. Informasinya karena tidak ada panen,” ujar salah seorang pedagang sayur, Wiwid kepada Timlo.net, Selasa (8/8).

Akibat minimnya pasokan barang itu, ia mengaku untuk harga dari berbagai jenis sayuran menjadi tak terbendung. Seperti loncang dari sebelumnya Rp 7 ribu per kilogram menjadi Rp 11 ribu per kilogram, wortel dari sebelumnya Rp 8 ribu per kilogram naik menjadi Rp 10 ribu per kilogram dan kembang kol dari sebelumnya Rp 6 ribu per kilogram naik menjadi Rp 8 ribu per kilogram.

“Kalau untuk barangnya sendiri selama ini kita dipasok dari berbagai daerah. Seperti Cepogo, Tawangmangu dan Klaten,” jelasnya.

Sedangkan kondisi yang sama juga dirasakan pedagang lainnya. Sumarni mengaku harga sayuran beberapa hari terakhir ini memang kurang stabil. Bahkan karena tingginya harga, dirinya tidak berani ambil barang.

“Untuk sayur Loncang dan wortel kita kosong. Selain sulit pasokan, harganya juga tinggi. sehingga kalau nekat ambil takut tidak ada yang membeli,” tandasnya.

Sementara itu dari pantauan lainnya, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas daging ayam ras. Yaitu dari sebelumnya Rp 29 ribu per kilogram sekarang naik menjadi Rp 32 ribu per kilogram.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge