0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tujuh Perupa Tradisi Pameran Bareng di TBJT

Pameran Seni Rupa Tradisional di TBJT (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — Pameran Seni Rupa Tradisional, workshop pendidikan apreasi seni, dan mural art seni kriya menganyam bahan daur ulang digelar di Galeri Seni Rupa, Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) Solo, Senin (7/8) malam. Pameran ini menggali kembali karya warisan leluhur yang pernah menjadi peradaban dari suatu kebudayaan dan tradisi.

“Meskipun masyarakat mengetahui runutan sejarah, maupun nilai yang melekat pada karya seni, namun Seni Rupa Tradisi adalah bagian dari peradaban masa lalu yang masih memiliki daya tarik hingga sekarang.” papar kuratorial, sekaligus perupa senior Kota Bengawan, Putut H Pramono.

Sebanyak tujuh pelaku seni rupa unjuk karya dalam pameran yang bakal digelar hingga 13 Agustus 2017 mendatang. Sebut saja pelukis wayang beber terakhir yang ada di Kota Solo, Hermin Istiarningsih Sutrisno, Nora Gunawan (Alm) yang memamerkan batik klasik, Hajar Satoto (Alm) yang membawakan wayang kulit dan gamelam pamor, Ronggojati Sugiyatno yang memamerkan tosan aji keris, Bambang Suwarno yang menampilkan wayang, Narimo yang menyajikan tatah topeng, dan Batik Bayat.

Direktur Kesenian Ditjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Restu Gunawan mengatakan, pemerintah selalu hadir dalam pelestarian tradisi dan budaya sebagai media pendidikan karakter bangsa.

“Melalui kegiatan ini kami berharap bahwa seni rupa tradisional dapat lerstari dan tergali, sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni tradisi daerahnya,” katanya.

Sementara Kepala TBJT Djoko Nugroho Witjaksono mengatakan bahwa mempresentasikan karya seni rupa tradisional kepada generasi milenial tidaklah mudah. Namun hal ini perlu untuk ditampilkan, supaya generasi muda tidak kehilangan lacak atas peradaban sebelumnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge