0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tempati Lahan Tanpa Ijin, Belasan KK Disterilkan

Tanah milik TNI AD di Dusun Patuk, Desa/Kecamatan Baturetno yang dihuni belasan KK sudah diratakan (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Belasan kepala keluarga (KK) di Dusun Patuk, Desa Baturetno, Kecamatan Baturetno, Wonogiri terpaksa hengkang dari lahan yang mereka huni selama puluhan tahun. Rencananya, lahan milik TNI AD tersebut bakal dibangun perumahan khusus untuk anggota TNI.

“Tapi harus dibedakan ya, ini bukan penggusuran. Soalnya kita sudah sosialiasasi dan melakukan negosiasi sejak sebelum Lebaran kemarin. Jadi mereka dengan rela hati pindah sendiri-sendiri dari lahan milik kami ini,” ungkap Dandim 0728/ Wonogiri Letkol Inf Basuki Sepriyadi saat dijumpai Timlo.net, di Pendopo Rumdin Bupati Wonogiri, Selasa (8/8).

Menurut Dandim, dari hasil investigasi tim di lapangan, ternyata warga yang menempati lahan milik TNI AD tersebut sebanyak 16 KK. Mereka semua merupakan warga sipil, dan tak ada satupun anggota TNI. Dandim menyebut, lahan tersebut sudah ditempati warga setempat sejak 10 tahun silam tanpa ada surat perjanjian atau hak pakai.

Sejak bulan April 2017, kata Dandim, warga pun sudah diimbau untuk meninggalkan lokasi tersebut, dan barulah pada akhir bulan Juli, dengan sendirinya satu persatu warga mulai meninggalkan lokasi itu, hingga awal Agustus lokasi itu sudah steril. Bahkan warga di hunian itu sudah menandatangani perjanjian.

“Itu kemungkinan ada kaitannya dengan orang tertentu, jaman Dandim yang terdahulu, pinjem pakai. Awalnya segelintir orang yang nempatin, lambat laun bertambah hingga berjumlah belasan KK. Di sisi lain, ketika kita cek di arsip ternyata Dandim sebelum-sebelum saya tidak ada perjanjian atau persetujuan minimal surat tembusan dari Pangdam soal hak pakai tanah milik TNI AD itu,” katanya.

Tanah seluas sekitar 2000 meter persegi itu, lanjut Dandim, merupakan tanah milik TNI AD yang sesuai aturan tidak boleh digunakan warga sipil sebagai hunian tanpa ada perjanjian kerjasama. Sehingga warga pun diminta untuk meninggalkan lahan tersebut. Dandim menegaskan, dalam upaya pengambilalihan hak tanah itu, pihaknya melakukan upaya humanis tanpa ada diskriminasi dan juga intimidasi.

Dia juga menyebut, setelah lahan itu dikosongkan, pihaknya memiliki inisitaif terhadap lahan itu dimanfaatkan untuk kesejahteraan personel. Dia juga mengatakan, karena minimnya fasilitas perumahan bagi anggota Kodim 0728/Wonogiri, maka pihaknya pun telah mengajukan usulan kepada pimpinan untuk penamabahan perumahan untuk prajurit TNI, khususnya Distrik Baturetno.

“Kita baru memiliki 62 perumahan. Padahal anggota kita ini tidak hanya warga asli Wonogiri, banyak yang dari luar Wonogiri, sedangkan perumahan kita tidak sebanding dengan jumlah anggot Kodim yang jumlahnya sekitar 450 lebih,” jelasnya.

Dandim menambahkan, dari hasil kajiannya, lahan tersebut nantinya akan dipergunakan untuk perumahan  anggota Kodim Wonogiri. Ia sudah mengusulkan kepada pimpinan untuk lahan tersebut agar dibangun rumah susun.

“Kajian kami rumah susun. Kami harap usulan kami ini disetujui pimpinan,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge