0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penataan Hutan Lawu Terbentur Anggaran Cupet

Wisata Gunung Lawu (dok.timlo.net/red)

Karanganyar — Dibutuhkan penambahan obyek pendulang pendapatan asli daerah (PAD) di Wana Wisata Puncak Lawu, Sekipan dan Pringgondani untuk bisa memenuhi setoran bagi hasil pengelolaannya ke Perum Perhutani. Realisasi penambahan obyek tersebut diprediksi pada 2018.

“Kami tidak melihat banyak perubahan selama bertahun-tahun di sana (tiga kawasan hutan Lawu). Kalau ingin lebih baik, harus ada penataan lagi. Menambah obyek penarik PAD. Sedangkan untuk melakukan itu, tahun ini belum bisa. Perlu dirancang di penetapan anggaran,” kata Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar, Titis Sri Jawoto kepada Timlo.net, Selasa (8/8).

Dikatakan, ia belum melihat adanya sumber signifikan dari pengelolaan yang sebelumnya di tangan Perhutani. Padahal Pemkab wajib menyetor bagi hasil minimal Rp 450 juta dari tiga kawasan hutan Lawu itu pasca pengelolaannya dilepas Perhutani. Setoran pertahun Rp 450 juta tercatat di nota perjanjian pelimpahan pengelolaan hutan tiga kawasan itu dari Perhutani ke Pemkab Karanganyar. Termasuk tanggungjawab memberi kontribusi ke komunitas yang selama ini ikut merawatnya seperti Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan Anak Gunung Lawu (AGL).

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge