0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Polisi Aniaya Tahanan Hingga Tewas, Kasat Reskrim Diduga Terlibat

Ilustrasi penganiayaan (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Andri Fahmi Irawan (20) seorang tahanan Polres Kampar, terduga kasus pencurian dengan kekerasan meninggal dalam sel tahanan Rabu (5/7) lalu, sekira pukul 20.00 Wib. Atas kasus ini, Propam Polda Riau menetapkan delapan orang anggota Polres Kampar sebagai tersangka atau dalam kepolisian disebut terduga melakukan pelanggaran.

“Setelah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa anggota Polres Kampar, ada delapan personel yang ditetapkan sebagai terduga pelanggar,” ujar Kabid Propam Polda Riau, Kombes Pitoyo Agung Yowono, Senin (7/8).

Saat ini, proses hukum internal kepolisian terhadap 8 anggota Polres Kampar itu masih dalam pemberkasan. Jika sudah rampung, para polisi itu akan menjalani proses sidang kode etik atau disiplin.

“Mereka diduga melakukan pemukulan terhadap korban (Andri). Apapun alasannya bagi kepolisian itu memang tidak dibenarkan,” kata Pitoyo.

Namun, Pitoyo masih mendalami ada atau tidaknya keterlibatan Kasat Reskrim Polres Kampar yang ikut andil dalam proses penangkapan terhadap Andri yang pada saat itu dituduh melakukan pencurian sepeda motor. Sebab, kata Pitoyo, dalam memerlukan alat bukti untuk menetapkan polisi sebagai terduga pelanggar.

“Dalam menetapkan terduga pelanggar harus ada alat bukti dan korelasi keterangan daripada saksi yang lain walaupun itu anak buahnya. Lebih berat tanggungjawab atasannya, bisa ancamannya penempatan khusus, demosi bahkan tunda kenaikan pangkat, tergantung kesalahan,” kata Pitoyo.

Sebelumnya, Lukman Hakim (55), paman Andri menceritakan, keponakannya itu ditangkap polisi pada Jumat (30/6) lalu. Kemudian keluarga korban tidak diberi ijin untuk menjenguknya. Hingga pada Selasa Rabu (5/7) malam, keluarga diberitahu kepolisian bahwa Andri sudah meninggal dunia di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau di Pekanbaru.

“Jelas dianiaya, kami melihat di Rumah Sakit tadi tubuh keponakan saya itu lebam-lebam. Wajahnya memar bekas pukulan,” kata Lukman Kamis (6/7) malam lalu.

Lukman sangat menyesalkan kepergian keponakannya karena diduga dianiaya polisi. Padahal sebelum ditangkap dan selama hidupnya, Andri diketahui tidak memiliki riwayat penyakit yang mengkhawatirkan.

“Selama ini dia (Andri) sehat walafiat, kerjanya nyangkul di kebun. Tak ada pernah mengeluh sakit, ini tiba-tiba ditangkap polisi, dan beberapa hari kemudian langsung meninggal,” keluh Lukman.

[gil]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge