0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemkot Wacanakan Solo Kota Perjuangan

Upacara Peringatan Serangan 4 Hari di Solo yang digelar di Halaman Balaikota Solo, Senin (7/8) (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Pemerintah Kota Solo mewacanakan Kota Solo sebagai Kota Perjuangan. Titel baru untuk Kota Solo itu diusulkan Panitia Peringatan Serangan Umum 4 Hari di Solo beberapa waktu lalu.

“Tadi setelah upacara sudah disampaikan kepada saya. Menurut saya, Solo sangat mungkin menjadi Kota Perjuangan,” kata Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, Senin (7/8).

Penetapan Kota Solo sebagai Kota Perjuangan sangat mungkin dilaksanakan. Pasalnya, Solo memiliki latar belakang sejarah yang sarat dengan perlawanan terahadap penjajah. Salah satunya peristiwa Serangan Umum 4 Hari di Solo yang terjadi 7-10 Agustus 1949. Tak hanya itu, perjuangan menyatukan Bangsa Indonesia juga banyak diawali dari Solo.

“Contohnya, Tugu Lilin di mana tokoh-tokoh Boedi Oetomo mengumpulkan gumpalan tanah dari 17 Provinsi sebagai upaya mempersatukan bangsa,” kata Rudy.

Bahkan, lanjutnya, Pekan Olah Raga Nasional (PON) yang digelar pertama kali di Solo pada tahun 1948 juga merupakan bentuk perjuangan Presiden Soekarno mempererat persatuan.

“Perjuangan tidak harus diartikan mengangkat senjata,” kata dia.

Menurut Rudy, pencanangan Kota Solo sebagai Kota Perjuangan tidak perlu proses berbelit-belit. Seperti yang sudah-sudah, berbagai label sudah pernah disematkan di Kota Bengawan berkali-kali. Pencanangan cukup dilakukan melalui Peraturan Walikota (Perwali), selama tidak keluar dari batasan Kota Solo sebagai Kota Budaya.

“Seperti kemarin kita canangkan sebagai Kota Keroncong, Kota Vokasi, dan lain sebagainya. Tidak harus sampai Provinsi apalagi Pemerintah Pusat,” terangnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge