0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Menyanyikan Lagu Kebangsaan dan Daerah Jadi Ritual Wajib di Sekolah Negeri

Orkestra pengiring memainkan lagu Rayuan Pulau Kelapa saat Upacara Peringatan Serangan 4 Hari di Solo yang digelar di Halaman Balaikota Solo, Senin (7/8) (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Menyanyikan lagu kebangsaan dan daerah akan menjadi ritual wajib di sekolah-sekolah negeri dan instansi pemerintah di Kota Solo. Kebijakan baru itu merupakan implementasi dari pencanangan Pekan Lagu Kebangsaaan dan Lagu Daerah oleh Walikota, Senin (7/8).

“Sebelum mulai pelajaran kan biasanya berdoa dahulu. Setelah itu menyanyikan lagu kebangsaan atau lagu daerah. Nanti pulang juga begitu,” kata Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo usai Upacara Peringatan Serangan 4 Hari di Solo yang digelar di Halaman Balaikota Solo.

Pencanangan sendiri dilaksanakan dalam satu rangkaian upacara peringatan sejarah Kota Solo itu. Kebijakan tersebut akan segera ditindaklanjuti dengan membuat surat edaran Sekeretaris Daerah (Sekda) kepada seluruh instansi dan sekolah.

Mengenal lagu-lagu kebangsaan dan daerah diharapkan dapat membangkitkan rasa cinta tanah air di tengah masyarakat. Terlebih lagi, Pemkot Solo sudah gencar mengkampanyekan lagu-lagu kebangsaan sejak masa pemerintahan Walikota Joko Widodo periode pertama 2006 silam. Sebagai tahap awal, surat edaran akan dikirimkan ke sekolah-seolah dan instansi pemerintah.

“Saya harapkan instansi-instansi lain seperti perusahaan dan instansi swasta bisa menyusul,” kata Rudy.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkot Solo mencanangkan Pekan Lagu Kebangsaan dan Lagu Daerah. Pencananagan tersebut disampaikan Walikota usai Upacara Peringatan serangan 4 Hari di Solo yang digelar di Halaman Balaikota Solo.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge