0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Begini Modus Pelaku Kasus Joki dan Pemalsuan Dokumen di UNS

Dua pelaku kasus joki dan pemalsuan dokumen kampus UNS (timlo.net/achmad khalik)

Solo – Pelaku kasus joki yang sekaligus pemalsu dokumen tiga mahasiswa UNS mengaku dimintai tolong. Tiga korban mahasiswi yang dimasukkan ke Fakultas Kedokteran UNS telah mencoba menempuh ujian namun dinyatakan tidak lolos.

“Saya hanya dimintai tolong saja. Mereka mengaku jika sudah mengikuti tes namun tidak lolos. Terus saya menjanjikan bahwa mereka dapat masuk asalkan menuruti perintah saya,” terang pelaku, Iwan Saputra (47) di depan wartawan saat rilis kasus di Mapolresta Solo, Senin (7/8) siang.

Hingga akhirnya, ketiga korbannya tersebut disuruh untuk melengkapi sejumlah persyaratan mulai dari identitas, surat kelulusan, dan masih banyak yang lain. Tak hanya itu, untuk memuluskan aksinya Iwan juga mengaku sebagai dosen di salah satu perguruan ternama. Ini tercantum dari KTP miliknya yang diperlihatkan pada para korban-korbannya.

“Saya suruh ngelengkapi syarat-syaratnya. Lalu saya browsing di situs UNS tentang KRS mahasiswa dan surat serta dokumen kelengkapan mahasiswa yang lain,” terang warga Kelurahan Belang Wetan, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten tersebut.

Dua pelaku kasus joki dan pemalsuan dokumen kampus UNS (timlo.net/achmad khalik)

Sementara itu, rekan pelaku yakni Arif Munandar (25) berperan sebagai perantara antara korban dengan pelaku Iwan. Arif berdalih, bahwa dia iba dengan para korban lantaran telah mencoba berbagai upaya untuk masuk jurusan favoritnya tersebut.

“Saya bertugas sebagai perantara. Mengenalkan Pak Iwan dengan para korban,” jelas warga Kelurahan Sandu, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Tak hanya itu, uang ratusan juta yang disetor oleh para korban juga masuk kedalam rekening Arif hingga akhirnya dialah yang membagi keuntungan hasil kejahatan keduanya.

Beruntung, kasus tersebut segera terkuak lantaran kecurigaan bagian administrasi yang tidak dapat memasukkan nama ketiga mahasiswi kedokteran yang dimasukkan secara ilegal oleh para pelaku. Mengetahui hal tersebut, pihak kampus langsung melapor dan melakukan tindak lanjut.

“Dua pelaku berhasil dibekuk dari hasil laporan pihak kampus UNS yang kami tindak lanjuti,” jelas Kapolresta Solo, AKBP Ribut Hari Wibowo.

Seperti diketahui, dua pelaku kasus perjokian dan pemalsuan dokumen berhasil dibongkar jajaran Satreskrim Polresta Solo. Dua pelaku akhirnya dibekuk, yakni Iwan Saputra (47) warga Klaten dan Arif Munandar (25) warga NTB. Selain menangkap dua pelaku tersebut, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yang digunakan untuk memperlanjar aksinya itu. Mulai dari mesin printer, dokumen yang dipalsukan, hingga bukti transfer uang ratusan juta dari korban kepada pelaku.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge