0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

TimloMagz

Kuasai Bahasa Mandarin, Bekal Bersaing di Dunia Ekonomi

()

Timlo.net – Perkembangan zaman menuntut seseorang memiliki kemampuan lebih. Persaingan global yang dihadapi juga menjadi salah satu faktor agar kemampuan yang dimiliki juga selalu ditambah. Berawal dari inilah peluang tercipta lebar. Sebuah lembaga kursus bergerak di bidang pendidikan Bahasa Mandarin “Chinalink” Konsultan Pendidikan China hadir di Kota Solo.

Principle Chinalink Cabang Kota Solo, Lanny Haryanto saat berbincang dengan TimloMagz mengatakan, kursus pendidikan Bahasa Mandarin atau Bahasa China saat ini memiliki potensi yang besar. Bukan tanpa alasan, banyak sekali peluang ekonomi tercipta jika seseorang mampu menguasai bahasa asal Negeri Tirai Bambu ini.

“Penduduk China saat ini terbesar diseluruh dunia. Tentu saja, penggunaan Bahasa Mandarin memiliki posisi strategis jika dimiliki. Terlebih, produk asal China juga menguasai pasar ekonomi dunia yang artinya sangat berpeluang jika terjun di bidang ekonomi jika memiliki kemampuan bahasa tersebut,” tutur wanita keturunan Tionghoa tersebut kepada TimloMagz, baru-baru ini.

Meski begitu, kata Lanny, pihaknya tak ingin berpikir terlalu jauh terlebih dahulu. Untuk saat ini, lembaga kursus yang telah berdiri di sejumlah kota besar di seluruh Indonesia tersebut ingin mengajarkan Bahasa Mandarin sejak dini kepada kalangan anak-anak. Ini dilakukan, agar mereka terbiasa dan menyukai Bahasa Mandarin sejak dini.

Sejumlah upaya juga dilakukan untuk memperkenalkan Bahasa Mandari kepada anak-anak. Mulai dari sosialisasi ke sejumlah sekolah hingga memberi pengertian kepada orangtua tentang keuntungan jika memiliki kemampuan Bahasa Mandarin. Sehingga, mereka sadar bahwa kedepan Bahasa Mandarin sangat bermanfaat jika mereka terjun ke dunia kerja.

“Kalau untuk mengenalkan kepada anak, tergantung orangtua. Kita biasanya mengedukasi para orangtua, bahwa ini lho pentingnya Bahasa Mandarin buat putra-putri mereka. Jika menguasai Bahasa Mandarin, tentu akan memiliki kelebihan. Berbeda dengan Bahasa Inggris yang saat ini wajib dimiliki untuk bertahan dalam era globalisasi saat ini,” jelas Lanny.

Untuk menguasai Bahasa Mandarin, kata Lanny, tidaklah terlalu sulit. Hanya saja, dibutuhkan latihan untuk mengasah kemampuan dan membiasakan diri menggunakan bahasa tersebut. Jika seseorang telah merasa menyukai Bahasa Mandarin maka akan dengan cepat dirinya menguasainya. Berbeda, jika telah merasa sukar kedepan akan terkendala dengan ketakutan itu sendiri.

“Mudah kok Bahasa Mandarin ini. Jika kita sering diajak ngobrol dengan menggunakan bahasa ini pastinya dengan sendirinya akan terbiasa. Dengan sedikit bantuan, akan dapat menggunakan bahasa dasar dan bisa terus ditingkatkan,” terang Lanny.

Membuka Akses Magang ke Negeri China

Selain menyelenggarakan kursus terhadap anak usia dini, “Chinalink” Konsultan Pendidikan China juga membuka akses magang bagi mereka yang berminat ke Negeri China. China yang telah mengukuhkan diri sebagai raksasa ekonomi dunia tentu menjadi salah satu magnet untuk mencari ‘penghidupan’. Tentu saja, pilihan untuk belajar sekaligus mendapatkan finansial di negeri tersebut sangatlah besar.

Hal ini menjadi salah satu upaya untuk membangun jejaring bisnis yang nantinya dapat berguna baik secara langsung maupun tidak langsung.

“Untuk program tersebut, kami juga menyediakan bagi mereka yang berminat untuk menimba ilmu sekaligus belajar ke China. Tentunya, ini sangat bermanfaat untuk membuka jaringan bisnis dan meningkatkan pengalaman sekaligus pendapatan finansial,” ungkap Lanny.

Sebelum berangkat ke Negeri China, kata Lanny, mereka akan dibekali terlebih Bahasa Mandarin dengan pengajar yang memiliki kualifikasi dan kompetensi di bidangnya. Bahasa Mandarin yang digunakan mengacu pada standarisasi Bahasa Mandari Beijing yang telah dikenal dan menjadi kurikulum dalam dunia pendidikan.

“Kami memiliki tutor yang kualifikasi di bidangnya. Sehingga, penguasaan Bahasa Mandarin akan lebih mudah dan singkat jika dipandu langsung dari ahlinya,” kata Lanny.

Chinalink sendiri, lanjut Lanny, telah berdiri sejak 1997. Sehingga, sudah banyak pengalaman khususnya menyangkut Negara China. Chinaling tersebar disejumlah kota besar mulai dari Jakarta, Tangerang, Tegal, Surabaya, Semarang dan Solo.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge