0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

UNS Gelar Sosialisasi Perizinan Penelitian Asing

UNS menggelar Sosialisasi Perizinan Penelitian Asing (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Universitas Sebelas Maret (UNS) menjadi tuan rumah kegiatan Sosialisasi Perizinan Penelitian Asing, di kampus setempat, Senin (7/8). Sosialiasi diikuti 100 peserta dari perwakilan beberapa instansi pemerintah (vertikal dan SKPD) di provinsi seperti Badan Kesbanglinmas, BALITBANGDA, BAPPEDA, Kanwil Kumham, POLDA, BPTP, BKSDA, Kantor Imigrasi, Dewan Riset Daerah, beberapa Perguruan Tinggi di Jawa Tengah, dan beberapa lembaga litbang dan LSM yang bergerak di bidang riset dan konservasi.

“Sosialisasi diselenggarakan untuk memberi penjelasan terkait penyelenggaraan penelitian asing di Indonesia dan evaluasi terhadap output yang dihasilkan,” jelas Deputi International Office UNS, Murni Ramli kepada wartawan, di Rektorat UNS, Solo.

Hal-hal yang dibahas pada sosialisasi tersebut, menurut Murni, diantaranya peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pemberian izin penelitian asing dan aspek pengawasannya, peningkatan koordinasi antar instansi terkait untuk pelayanan perizinan dan pengawasan pelaksanaannya, dan pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan litbang yang dilakukan oleh para peneliti asing dan mitra kerja Indonesia agar tidak menyimpang dari rencana penelitian yang telah disetujui.

Menurutnya, pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak terlepas dari kerja sama internasional, khususnya bidang Iptek. Karena sebagian besar kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terjadi di negara-negara maju. Sejalan dengan hal tersebut, kerja sama internasional dilakukan untuk meningkatkan alih teknologi dari negara-negara lain serta meningkatkan partisipasi kehidupan masyarakat ilmiah internasional.

“Salah satu bentuk kerjasama internasional tersebut adalah penelitian dan pengembangan, yang dilakukan bersama perguruan tinggi asing, lembaga penelitian dan pengembangan asing, badan usaha asing, dan orang asing di Indonesia,” jelasnya.

Menurut Murni, minat masyarakat ilmiah internasional terhadap penelitian di Indonesia sangat tinggi karena posisi Indonesia yang strategis. Besarnya minat ini terbukti dari jumlah permohonan yang cukup banyak dan semakin meningkat dalam berbagai bidang penelitian. Berdasarkan data tahun 2009, Kementerian Ristekdikti telah mengeluarkan sebanyak 461 SIP (Surat lzin Penelitian), tahun 2010 sebanyak 570 SIP, dan pada tahun 2015 sebanyak 537.

Namun demikian, aspek kemanfaatan dalam hal kerjasama internasional harus diimbangi dengan pengawasan dan pengaturan, terkait dengan keamanan dan kepentingan Nasional, serta pencegahan dari kerugian. Selain itu, kegiatan penelitian asing ini juga terkait dengan persoalan keimigrasian dan keamanan negara.

“Oleh karena itu, pengaturan soal ini diperlukan untuk menghindari adanya kegiatan penelitian dan pengembangan asingyang merugikan masyarakat dan negara,” jelasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge