0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Garam Naik, Harga Ikan Asin Tak Terkendali

Pedagang ikan asin di Pasar Legi, Solo (dok.timlo.net/setyo pujis)

Solo — Naiknya harga komoditas garam yang terjadi sejak beberapa bulan terakhir ini ikut mengerek harga ikan asin di pasaran. Bahkan jika dibandingkan dengan kondisi normal sebelumnya, kenaikan pada ikan asin tersebut hampir mencapai 100 persen.

“Untuk teri nasi kenaikannya cukup tinggi. Jika sebelumnya Rp 35 ribu per kilogram sekarang naik menjadi Rp 65 ribu per kilogram,” ujar salah seorang pedagang, Sukamti kepada wartawan, di Solo, Senin (7/8).

Tidak hanya itu, menurutnya kenaikan juga terjadi pada jenis ikan tongkol yaitu dari sebelumnya Rp 25 ribu per kilogram menjadi rp 40 ribu per kilogram. Teri tawar dari sebelumnya Rp 50 ribu per kilogram menjadi Rp 70 ribu per kilogram dan ikan asin layur dari Rp 30 ribu per kilogram Rp 45 ribu per kilogram.

“Kenaikannya sudah terjadi sejak beberapa bulan terakhir. Seiring dengan naiknya harga garam di pasaran,” jelasnya.

Akibat naiknya harga dari berbagai jenis ikan asin tersebut , Sukamti mengaku membuat permintaan dari pelanggan berkurang. Bahkan tak sedikit dari pelanggannya yang komplain dan  mengeluhkan tingginya harga barang.

Ia mengaku, komoditas ikan asin yang dijualnya itu dipasok dari berbagai daerah. Seperti Madura, Tuban dan Kalimantan.

Sementara itu kondisi yang sama juga dirasakan pedagang lainnya. Sumarni mengaku akibat dari naiknya harga garam itu turut mempengaruhi harga ikan bandeng yang dijualnya.

“Untuk bandeng presto sekarang kita jual Rp 27 ribu per ekor, padahal sebelumnya hanya Rp 25 ribu per ekor. Kalau untuk bandeng biasa Rp 9 ribu per ekor dari Rp 7 ribu per ekor,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge