0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jelang Pilgub Jateng, Ini Kata Hidayat Nur Wahid

Hidayat Nur Wahid (merdeka.com)

Klaten — Menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ancang-ancang menjaring kandidat bakal calon gubernur (Bacagub). Proses penunjukannya berasal dari bawah, yakni Dewan Pengurus Wilayah (DPW), sebelum diajukan ke Dewan Pengurus Pusat (DPP).

”Kami mengedepankan prinsip bottom up. Aspirasi figur dari kawan-kawan di Jawa Tengah (DPW), kemudian disampaikan ke pusat (DPP),” kata Wakil Ketua Majelis Syuro DPP PKS, Hidayat Nur Wahid, di sela pentas Wayang Orang di lapangan Desa Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Klaten, Sabtu (5/8) malam.

Menurut dia, proses penggodogokan penjaringan figur Bacagub di tingkat DPW masih berjalan. Namun begitu, Hidayat tak menyangkal jika ada sejumlah figur yang sudah menjalin komunikasi dengan PKS, termasuk dari non kader.

Selain itu, pihaknya juga berkomunikasi dengan partai politik lainnya untuk memenangkan kursi Jateng-1. Pasalnya, menilik syarat bagi parpol yang ingin mengusung calon gubernur sendiri adalah harus memiliki jumlah perolehan 20 kursi di DPRD Jateng. Sedangkan PKS mempunyai 10 kursi.

“Untuk komunikasi (antar parpol) pasti dilakukan, namun untuk koalisi masih panjang. Kami sudah terbiasa koalisi, dengan Gerindra, Demokrat, PAN bahkan dengan PDIP di Kalsel dan Golkar di daerah lain. Tiap daerah pasti hasilkan konfigurasi yang berbeda-beda,” ujar Hidayat.

Ditambahkan, koalisi bisa saja dilakukan asalkan antar parpol dan cagub memiliki visi misi yang sama. Selain itu juga harus mempertimbangkan rekam jejak calon agar tidak menciderai umat.

“Kami terbiasa untuk diajak maupun mengajak koalisi dengan siapapun. Tetapi yang utama jelas harus ada kesamaan visi misi dan track record Cagub yang akan diusung,” tambahnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge