0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penutupan Silir 1996 Silam Sisakan Pekerjaan Rumah untuk Pemkot

Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo (dok.timlo.net/red)

Solo — Penutupan lokalisasi Silir tahun 1996 silam ternyata masih menyisakan pekerjaan rumah yang cukup besar. Kompensasi penutupan lokalisasi terbesar di Solo itu sampai sekarang belum diberikan kepada warga penghuni kompleks lokalisasi. Pemerintah Kota Solo ingin masalah tersebut segera diselesaikan agar tidak berkepanjangan.

“Berkas-berkasnya ada semua. Masih kita simpan,” ungkap Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, Minggu (6/8).

Menurut Rudy, pada saat lokalisasi Silir ditutup tahun 1996 silam, warga mengajukan syarat agar diberi sertifikat tanah sesuai tempat tinggal mereka di Silir, Semanggi. Namun pada tahun 1998 Pemkot mendapatkan Hak Pakai (HP) 11 seluas 2.250 meter persegi di lahan tersebut. Padahal, pada saat penutupan, Pemkot sudah menyanggupi untuk menyerahkan lahan di Silir itu kepada warga.

“Detilnya saya tidak tahu. Yang jelas, pada tahun 2006 Bapak Jokowi yang waktu itu masih jadi Walikota memerintahkan saya untuk menyelesaikan itu,” kata dia.

Pada saat itu, Rudy meminta warga agar mengajukan permohonan sertifikat kepada Pemkot. Pada tahun 2010, Pemkot menindaklanjuti permohonan warga ke DPRD sebagai syarat pelepasan aset. Pihak legislatif menolak pengajuan tersebut.

Tahun ini, Pemkot kembali mengajukan permohonan warga tersebut kepada DPRD. Rudy masih menunggu keputusan DPRD untuk melanjutkan proses pelepasan aset. Di kalangan legislatif sendiri dikabarkan masih terjadi polemik terkait rencana penyerahan tanah itu kepada warga.

Pasalnya, menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri No 19 taun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Pemerintah Daerah disebutkan pelepasan aset berupa tanah kepada perorangan melalui mekanisme hibah harus memenuhi beberapa syarat. Di antaranya, pelepasan aset melalui hibah kepada perorangan hanya dapat dilakukan bila penerima hibah adalah korban bencana alam dari kalangan masyarakat berpenghasilan rendah.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge