0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Tujuan Pemkot Standarkan Harga Kuliner

MANGUT KEPALA IKAN-Menu mangut kepala ikan, salah satu jenis hidangan yang banyak dibutu penikmat kuliner ()

Solo – Standarisasi harga kuliner di Solo ditarget berlaku efektif sebelum libur Natal dan Tahun baru mendatang. Kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan transparasi harga sekaligus menciptakan iklim persaingan usaha yang sehat.

“Jadi nanti semua sama. Misalnya nasi liwet di Pucangsawit harganya seribu, di tempat lain semua juga seribu,” kata Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, Sabtu (5/8).

Penyeragaman harga tersebut ditujukan agar pelaku usaha kuliner tidak memasang harga di atas kewajaran. Pasalnya, hal itu akan membuat citra miring bagi pelaku usaha di mata pelanggan.

“Kita harus sadar, cari makan itu untuk jangka panjang. Kalau harganya terlalu mahal nanti pelanggan kapok. Tidak mau beli lagi,” kata dia.

Di sisi lain, penyeragaman harga juga diharapkan agar pelaku usaha bersaing secara sehat. Dengan adanya harga yang seragam, pelaku usaha kuliner tidak lagi bersaing harga yang akhirnya merugikan pedagang sendiri. Daripada bersaing dengan saling banting harga, pedagang bisa mengarahkan kompetisi ke kualitas.

“Tinggal mana nanti yang kualitasnya paling bagus. Kalau tidak meningkatkan kualitas ya pasti kalah,” kata Rudy.

Ia yakin dengan adanya penyeragaman harga kuliner di Solo, pedagang tidak akan kehilangan pelanggan. Konsumen, khususnya makanan, tentunya memiliki selera yang beragam. Hal ini bisa menjadi celah bagi pedagang untuk menjaring pelanggan.

“Misalnya di warung ini kuahnya asin. Di warung lain lebih manis. Tinggal pelanggan nanti memilih mana yang lebih cocok dengan lidahnya,” kata Rudy.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge