0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

17 Anak di Sragen Jadi Korban Kekerasan Seksual

Penandatanganan Pakta Integritas Anti Kekerasan terhadap anak. (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen — Sebanyak 17 anak di Kabupaten Sragen dilaporkan mẹnjadi korban kekerasan seksual selama tahun 2017 ini. Salah satu penyebabnya lantaran kurang perhatian dan kasih sayang dari orangtua sehingga anak mencari jalan hidup sendiri.

“Mereka yang jadi korban biasanya orangtuanya merantau, anak hanya diasuh oleh neneknya. Akhirnya tergiur pergaulan dengan orang dewasa dan terjerumus,” kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB P3A) Sragen, Joko Sugeng.

Usai acara Peringatan Hari Keluarga Nasional dan Hari Anak Nasional di Dukuh Karas, Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, Kamis (3/8) Joko menjelaskan, anak-anak yang telah terjerumus dalam pergaulan bebas itu akhirnya dimanfaatkan oleh orang dewasa melakukan kekerasan seksual.

Menurutnya, Kementerian Perempuan dan Perlindungan Anak telah membuat program agar pemerintah dan masyarakat melindungi hak anak. Salah satunya, anak tidak boleh mendapat kekerasan dari orang tua atau siapa pun. Baik kekerasan secara psikis, fisik dan sosial

Salah satu bentuk keseriusan untuk melindungi anak dari kekerasan, Pemkab Sragen dalam kesempatan Hari Anak Nasional tersebut melakukan penandatanganan Pakta Integritas oleh Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan pendeklarasian antikekerasan perempuan dan anak.

“Kita berkomitmen itu. Kita harapkan semua steakholder yang ada di Kabupaten Sragen bisa bersama-sama menandatangani pakta integritas anti kekerasan terhadap anak,” terang Joko Sugeng.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge