0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kendalikan Peredaran Narkoba, Aseng Punya Wifi Sendiri di Lapas

Barang bukti narkoba 1,2 butir ekstasi (merdeka.com)

Timlo.net – Pengendali peredaran 1,2 juta pil ekstasi, Aseng, diperiksa penyidik Polda Metro Jaya, Kamis (3/8). Dia diperiksa terkait perannya dan pihak-pihak yang terlibat di jaringan peredaran barang haram itu. Aseng sendiri berstatus sebagai narapidana di Lapas Nusakambangan.

“Nantinya yang bersangkutan akan dikembalikan lagi ke Nusakambangan,” ujar Kepala Kantor Wilayah Kemenkum HAM Jawa Tengah Ibnu Chuldun.

Dalam kasus ini, tak tertutup kemungkinan ada keterlibatan petugas lapas. Sejauh ini, petugas hanya dimintai keterangan dan belum terindikasi ada yang terlibat.

“Saya kan belum cukup puas dengan hasil kerja ini. Rencananya saya akan ke sana, sekalian serah terima jabatan kalapas baru,” kata dia.

Sebelum dibawa ke Polda Metro, Aseng sudah diperiksa di Lapas. Pengakuannya, ponsel didapatkan dari salah satu teman satu lapas yang kini sudah bebas.

“Temannya itu kan sudah di luar. Ya kita kejar,” ujar Ibnu.

Soal dugaan penggunaan jaringan Wifi oleh Aseng, masih perlu didalami. Termasuk siapa yang memasang wifi tersebut. Jika memang terpasang, dia memastikan ada keterlibatan petugas lapas.

“Wifi kan ada yang pasang, tidak mungkin pasang sendiri. Pasti ada kerja sama dengan petugas. Kita lacak nanti, siapa petugas yang memfasilitasi itu. Tapi sampai sekarang Wifi itu belum ada tuh,” kata Ibnu.

Aseng yang kedapatan menyimpan ponsel di dalam lapas langsung dikenai sanksi sesuai UU Nomor 12 Tahun 1995 Pasal 47 ayat 1 huruf A dan B. Aseng ditempatkan di sel isolasi selama 12 hari dan bisa diperpanjang. Hak-hak Aseng, seperti remisi dan kunjungan keluarga, dicabut untuk waktu yang tidak ditentukan.

[noe]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge