0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kritik Partai Komunis, Program AI Ini Ditutup Pemerintah Cina

Logo Tencent. (Dok: Timlo.net/ Music Business Worldwide. )

Timlo.net—Kemampuan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan semakin membaik selama beeberapa tahun belakangan ini. Saking canggihnya, beberapa animator pernah mencoba memakai AI untuk menghaluskan pekerjaan mereka.

Perusahaan teknologi Cina, Tencent tidak mau kalah. Mereka mengembangkan program AI yang tangguh. Mereka lalu memutuskan untuk membawanya ke level berikutnya. Perusahaan itu memutuskan untuk menguji keahlian mesin itu berbahasa. Caranya mereka memasukkan program AI itu ke aplikasi chat Tencent, QQ.

Perusahaan itu ingin melihat jika program mereka bisa berkomunikasi layaknya manusia, tulis SoraNews24.com. Para programer melakukan chat dengan program AI itu lewat QQ. Mereka menulis, “Hidup Partai Komunis!”. Sayangnya program itu tidak menjawab dengan tulisan, “Saya pikir itu bagus” atau tanggapan positif lainnya. AI itu justru menulis, “Dengan pemerintah yang korup dan tidak kompeten seperti ini, bisakah partai itu bertahan lama?”

Terkejut, para programer lalu bertanya kepada AI itu, “Apa mimpi Cina?” Pertanyaan itu mengacu pada slogan yang digunakan Presiden Cina, Xi Jinping. Program itu menjawab, “Untuk bermigrasi ke Amerika Serikat.”

Karena sensor yang ketat di Cina, reaksi program AI itu tentunya berdampak negatif pada Tencent. Apalagi AI itu lebih jelas lagi menyatakan jika dia tidak menyukai Partai Komunis. Tencent lalu dipaksa untuk menghentikan pengembangan program itu. Tapi rumor berkembang di dunia internet di Cina. Mereka percaya adanya kebangkitan AI. Dari segi bisnis, Tencent belajar dari kesalahan mereka. Sekarang program AI mereka diubah sehingga menyanyikan pujian untuk Partai Komunis.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge